Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kaleidoskop 2020

Kaleidoskop 2020: Fenomena Kerajaan Baru, Berujung Pidana

Sepanjang 2020, Indonesia dihebohkan dengan kemunculan kerajaan hingga paguyuban di sejumlah daerah, mayoritas berujung pada kasus hukum.

Kaleidoskop 2020: Fenomena Kerajaan Baru, Berujung Pidana
Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Kuda kirab Keraton Agung Sejagat (Tangkap layar channel YouTube KompasTV) 

Dalam unggahan, tampak mengenakan seragam layaknya angkatan militer lengkap dengan baret berwarna biru di kepala.

Petinggi Sunda Empire - Ki Agung Rangga Sasana (KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)
Petinggi Sunda Empire - Ki Agung Rangga Sasana (KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA) (KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

Sunda Empire memprediksi pemerintahan dunia akan berakhir pada 15 Agustus 2020.

Setelah itu, kehidupan masyarakat dunia akan menjadi lebih baik dan sejahtera.

Tidak hanya itu, petinggi Sunda Empire bernama Rangga Sasana melontarkan sejumlah pernyataan yang menimbulkan kontroversi.

Sebut saja mulai ajak Jack Ma dan Bill Gates bergabung hingga mampu hentikan perang nuklir.

Namun pada akhirnya, Rangga dan petinggi Sunda Empire lainnya ditetapkan tersangka dengan dugaan kasus penyebaran berita bohong dan kabar tidak pasti untuk keonaran di masyarakat.

Dalam sidang, ketiga terdakwa yakni Nasri Banks, Rd Ratnaningrum, dan Rangga Sasana dituntut pidana penjara oleh jaksa Kejati Jabar, Sukanda selama 4 tahun penjara.

Suasana sidang dakwaan kepada tiga terdakwa Sunda Empire di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kamis (18/6/2020)
Suasana sidang dakwaan kepada tiga terdakwa Sunda Empire di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kamis (18/6/2020) (TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA)

Jaksa Sukanda mengatakan, ‎para terdakwa dianggap terbukti melakukan tindak pidana Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 1 Tahun 1946.

Pasal itu mengatur perbuatan barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum penjara setinggi-tingginya 10 tahun.

Nasib para terdakwa mujur karena tidak dituntut maksimal oleh jaksa.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas