Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kaleidoskop 2020

BNPB Catat 2.946 Bencana Terjadi Sepanjang 2020

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 2.946 bencana sepanjang 2020.

BNPB Catat 2.946 Bencana Terjadi Sepanjang 2020
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi: Warga terdampak longsor di RT 03/RW 10, Srondol Kulon, Kota Semarang sedang membetulkan terpal agar longsor tidak semakin parah ke pemukiman warga, Minggu (6/12/20). 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 2.946 bencana sepanjang 2020.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan jumlah bencana tersebut terdiri dari 2.945 bencana alam dan 1 bencana non-alam.

"Bencana non alam yaitu pandemi Covid-19," katanya dalam siaran pers BNPB yang diterima Tribunnews.com, Jumat (1/1/2021)

Ia mengatakan bencana alam yang paling banyak tercatat oleh BNPB yaitu banjir sebanyak 1.075 kejadian, kemudian disusul bencana puting beliung 880, tanah longsor 576, kebakaran hutan dan lahan 326, gelombang pasang dan abrasi 36 kejadian.

Baca juga: BNPB: Banjir Genangi Rumah Warga di Demak Pasca Pergantian Tahun

"Selain itu kekeringan 29, gempa bumi 16 dan erupsi gunung api 7 kejadian," katanya.

Bencana alam tersebut menurutnya berdampak pada kerusakan fisik dan timbulnya korban.

Bencana alam sepanjang 2020 mengakibatkan korban luka-luka 536 jiwa, meninggal dunia 370 jiwa dan hilang 39 orang.

"Sedangkan serangkaian bencana yang terjadi menyebabkan lebih dari enam juta warga menderita dan mengungsi," tuturnya.

Baca juga: Kepala BNPB Usul Revisi UU Kekarantinaan Kesehatan

Ia mengatakan bahwa peristiwa bencana sepanjang 2020 menjadi pembelajaran kepada masyarakat Indonesia.

Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan sangat dibutuhkan dalam pengurangan risiko bencana (PRB).

Baca juga: Dorong Pencatatan Kebencanaan, BNPB: Indonesia Adalah Laboratorium Bencana

BNPB berharap sinergi multipihak atau pentaheliks dapat terus ditingkatkan, yaitu pihak pemerintah, akademisi atau pakar, masyarakat, dunia usaha dan media massa.

"Pada akhirnya dengan sinergi yang terus menerus dan langkah konkret setiap heliks pada pengurangan resiko bencana, dapat berdampak pada resiliensi masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana," katanya.

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas