Ayah Pramugari Sriwijaya Air : Saya Ikhlas dan Terima Apapun Kondisi Mia, Hidup atau Tidak Bernyawa
Keluarga berharap proses evakuasi dapat berlangsung lancar sehingga segera ada kepastian nasib para penumpang dan awak pesawat nahas itu
Editor: Eko Sutriyanto

Dua minggu lalu, Mia sempat berpesan kepada orangtuanya untuk mempersiapkan dan membersihkan rumahnya karena ia berencana berlibur dan berkunjung ke rumah bersama teman-temannya.
Terlebih lagi, saat Hari Raya Natal kemarin, Mia tidak bisa pulang ke rumah.
Orangtua Mia pun melaksanakan pesan Mia tersebut.
“Dua minggu sebelumnya karena tidak bisa Natalan, Mia telepon orangtua.
Baca juga: Ini 3 Kisah Mengharukan Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air
Minta tolong bersihkan rumah dan persiapkan rumah karena libur mau ke rumah.
Orangtua sudah melaksanakan merehab, membersihkan kamar mandi toilet dan kamar tidur," ungkap Johny Lay saat dihubungi Tribun Bali, Mingggu (10/1/2021).
Johny menyebut orangtua korban juga sempat kontak terakhir dengan Mia sesaat sebelum jadwal keberangkatan Mia.
Namun, kali ini orangtua Mia tak kunjung mendapat kabar bahwa anaknya telah tiba di tujuan, sebagaimana yang biasanya dilakukan.
“Sesaat sebelum berangkat masih menghubungi orangtua, bilang mau tugas, biasanya bilang mau berangkat.
Mia dengan orangtua, setiap akan penerbangan mau berangkat pasti menghubungi orangtua, begitu pula setelah tiba,” bebernya.
Menurut keterangan Johny Lay, Mia sudah menjadi pramugari sejak 4-5 tahun yang lalu atau sekitar tahun 2016.
Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Tangis Keluarga dan Rekan Pecah Saat Ibadah Penguatan untuk Mia Pramugari Sriwijaya Air SJ 182