Ayah Pramugari Sriwijaya Air : Saya Ikhlas dan Terima Apapun Kondisi Mia, Hidup atau Tidak Bernyawa
Keluarga berharap proses evakuasi dapat berlangsung lancar sehingga segera ada kepastian nasib para penumpang dan awak pesawat nahas itu
Editor: Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Orangtua Pramugari Sriwijaya Air SJY 182, Mia Trestyani Wadu (23) menggelar ibadah penguatan di kediaman Jalan Tukad Gangga, Gang Tirta Gangga, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Minggu (10/1/2021).
Pantauan Tribun Bali di lokasi, tampak sejumlah kerabat dan rekan Mia Zet Wadu berdatangan di rumah sejak sekitar pukul 16.30 Wita.
Sore ini digelar ibadah doa penguatan bagi Mia.
Tangis kerabat dan rekan Mia pecah saat ibadah berlangsung.
Kedua orangtua Mia tampak terpukul atas berita duka musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu.
Keluarga berharap proses evakuasi dapat berlangsung lancar sehingga segera ada kepastian nasib para penumpang dan awak pesawat nahas itu.
Ayah Mia, Zet Wadu ikhlas apapun kabar mengenai putrinya yang ia kenal sebagai pribadi baik, penurut, dan rajin beribadah itu.
"Harapannya supaya proses evakuasi lebih cepat, supaya semua dapat info yang pasti.
Baca juga: Cerita Penumpang Lolos dari Kecelakaan Sriwijaya Air Gegara Tak Memiliki Hasil Test Swab PCR
Saya ikhlas dan menerima apapun kondisi Mia, baik dalam keadaan hidup atau tidak bernyawa.
Ini kehendak Tuhan, kami siap jika dibutuhkan untuk proses identifikasi," ujar Zet Wadu (63) ayah Mia.
Seperti diketahui, salah satu pramugari dalam manifest pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta – Pontianak merupakan warga Denpasar, Bali.
Ia merupakan jemaat Gereja GPIB Maranatha Denpasar bernama Mia Trestyani Wadu.
Mia Zet Wadu merupakan bagian dari Ikatan Keluarga Besar Flobamora Kolorai Hawu, Sabu Raijua Bali, yang dikenal sebagai pribadi baik hati, peduli dengan sesama, dan aktif di gereja.