Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

OTT Menteri KKP

KPK Cecar Edhy Prabowo soal Penerimaan Fee dari Para Eksportir Benur

KPK kembali memeriksa kader Gerindra yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam kasus suap ekspor benur, Rabu (13/1/2021).

KPK Cecar Edhy Prabowo soal Penerimaan Fee dari Para Eksportir Benur
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (28/12/2020). Edhy Prabowo diperiksa penyidik KPK dalam perkara dugaan penerimaan suap perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa kader Gerindra yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam kasus suap ekspor benur, Rabu (13/1/2021).

Edhy menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan ekspor benih bening lobster atau benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Edhy dicecar tim penyidik KPK soal alasan dan dasar pembentukan serta penunjukan Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster.

Diketahui Edhy menunjuk dua staf khususnya yaitu Andreau Pribadi Misata dan Safri untuk menjadi Tim Uji Tuntas. Keduanya juga berstatus tersangka dalam kasus ekspor suap benur ini.

Andreau menjabat sebagai Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas. Sementara Safri yang yang jadi wakil ketua pelaksananya.

Baca juga: KPK Panggil Gubernur Bengkulu Terkait Kasus Edhy Prabowo

"Yang diduga sebagai perantara dalam penerimaan sejumlah fee dari para eksportir benur," kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Kamis (14/1/2021).

Selain itu, Ali juga menginformasikan terdapat seorang saksi, yakni Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kaur, Bengkulu Edwar Heppy tidak memenuhi panggilan pada Rabu (13/1/2021).

Baca juga: Saksi Kunci Kasus Edhy Prabowo Meninggal, Ini Penjelasan Pihak Keluarga

KPK memanggil Edwar untuk tersangka Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito.

"Yang bersangkutan mengonfirmasi untuk dilakukan penjadwalan ulang," kata Ali.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas