Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bencana Alam

Baru Tanggal 18 Januari, 154 Bencana Sudah Terjadi

Bencana yang terjadi di awal tahun tersebut menurut Wiku telah merenggut setidaknya 140 korban jiwa dan 776 lainnya luka-luka

Baru Tanggal 18 Januari, 154 Bencana Sudah Terjadi
Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Lukas
Presiden Joko Widodo meninjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang ambruk karena gempa di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (19/1/2021) siang sekira pukul 12.10 WITA. Kantor Gubernur Sulawesi Barat ambruk akibat gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene pada Jumat (15/1) lalu. Turut mendampingi Presiden Jokowi yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, Gubernur Sulawesi Barat, Andi Ali Baal Masdar, dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris. Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Lukas 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengakatan berdasarkan catatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat 154 bencana alam yang terjadi di Indonesia dari 1-18 Januari 2021.

"Kebanyakan adalah berbentuk banjir, angin ribut dan longsor," kata Wiku yang disiarkan youtube Sekretariat Presiden, Selasa, (19/1/2021).

Bencana yang terjadi di awal tahun tersebut menurut Wiku telah merenggut setidaknya 140 korban jiwa dan 776 lainnya luka-luka. Bencana dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi di awal tahun.

Baca juga: Alih Fungsi Lahan di Kalsel Sebabkan Banjir Parah, Jokowi Diminta Panggil Perusahaan Tambang

Baca juga: Tiga Daerah Terdampak Gempa di Majene Masih Terisolir 

Baca juga: Tim SAR Fokuskan Pencarian di Rumah Terdampak Longsor Pertama Sumedang

"Curah hujan yang tinggi saat ini dan cuaca ekstrim menyebabkan banjir di beberapa tempat seperti malang dan puncak Bogor," katanya.

Menurut Wiku secara geografis dan geologis Indonesia sangat rawan terjadi bencana alam. Oleh karena itu menurut dia, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

"Sesuai surat edaran Kemendagri, pemerintah daerah juga diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan dan mengaktifkan serta memobilisasi segala kekuatan dalam rangka penanggulangan bencana," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas