Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ketua Umum PPHI Dukung Kejagung Sidik Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan

Ketua PPHI Tengku Murphi Nusmir dukung langkah Kejagung menyidik dugaan korupsi kelas kakap di BPJS Ketenagakerjaan.

Ketua Umum PPHI Dukung Kejagung Sidik Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan
ist
Ketua Umum PPHI Dr Tengku Murphi Nushir

Menurut Murphi, kasus BPJS Ketenagakerjaan ini modus operandinya sama seperti kasus Jiwasraya. 

Kasus tersebut melibatkan banyak transaksi terkait pengelolaan saham dan reksadana. 

Diduga kuat, kasus ini telah membuat perusahaan merugi hingga Rp 43 triliun.

Jangan lupa, kata Murphi, Kejagung juga tengah menangani perkara dugaan korupsi senilai Rp 17 triliun di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) periode 2012-2019 yang Sprindik-nya sudah terbit 14 Januari lalu. 

Dalam kasus ini, Kejagung telah memeriksa sedikitnya 4 orang saksi.

"Modus operandi di Asabri ini juga sama dengan di Jiwasraya dan BPJS Ketenagakerjaan," terang Murphi.

Murphi menyesalkan, dana asuransi di BPJS Ketenagakerjaan yang dipungut dari para buruh ternyata disalahgunakan. 

"Itu sama saja dengan memeras keringat buruh, sehingga tidak berperikemanusiaan," sesalnya sambil menambahkan kasus di Jiwasraya dan Asabri pun demikian, menyalahgunakan dana yang dipungut dari para peserta asuransi.

Baca juga: Kejagung Mulai Penyidikan Kasus Korupsi Asabri, 4 Saksi Diperiksa

Sebab itu, Murphi mengusulkan agar hukuman yang dijatuhkan pengadilan kepada para tersangka dalam kasus dugaan korupsi di tiga perusahaan asuransi tersebut adalah hukuman maksimal, kalau perlu hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati.

"Koruptor ternyata tak pernah pandang bulu. Duit orang susah pun masih diembat juga. Hukuman maksimal patut diterapkan buat mereka," cetus Murphi.

Koruptor, kata Murphi, juga tidak pernah melihat duit itu terkait agama atau tidak.

Ia lalu merujuk contoh kasus korupsi proyek pengadaan kitab suci Al Quran dan dana haji di Kementerian Agama. 

"Sangat ironis, memang," tandas Murphi.

Ikuti kami di
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas