Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Gempa di Sulawesi Barat

Haji Lulung Ajak Pemimpin dan Tokoh Tobat Nasional, Agar Musibah Bencana Segera Berakhir

Tobat serta munajat ditujukan agar musibah bencana yang terjadi di permulaan tahun 2021 tak berkepanjangan dan segera berakhir.

Haji Lulung Ajak Pemimpin dan Tokoh Tobat Nasional, Agar Musibah Bencana Segera Berakhir
TribunnewsBogor.com/Yudhistra Wanne
Banjir bandang menerjang permukiman warga di kawasan Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (19/1/2021). Banjir bandang tersebut diduga terjadi karena luapan air Kali Cisampay yang tertutup material longsor. TribunnewsBogor.com/Yudhistra Wanne 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah bencana baik alam maupun non alam melanda Indonesia belakangan ini.

Mulai dari peristiwa tragis kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu, tanah longsor di Sumedang, banjir di Kalimantan Selatan, gempa di Sulawesi Barat, gelombang pasang di Makassar, angin puting beliung di Wonogiri, hingga erupsi gunung berapi.

Teranyar, gempa dahsyat berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR) yang menguncang Melonguane, Sulawesi Utara pada Kamis (21/1/2021) pukul 19.23 WIB.

Anggota DPR RI Fraksi PAN Abraham Lunggana alias Haji Lulung mengajak segenap masyarakat, khususnya para pemimpin dan tokoh untuk melakukan tobat nasional.

Tobat serta munajat ditujukan agar musibah bencana yang terjadi di permulaan tahun 2021 tak berkepanjangan dan segera berakhir.

"Mengajak tobat nasional kepada seluruh anak bangsa, khususnya para pemimpin dan tokoh agar musibah yang berkepanjangan ini cepat berakhir," kata Lulung dalam keterangannya, Jumat (22/1/2021).

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta ini menambahkan, munajat yang disampaikan juga perlu diiringi dengan perilaku menghindari hal yang merugikan orang lain dan alam sekitar, atau hal tak terpuji lainnya.

Bila hal itu dilakukan, harapannya bencana yang mengakibatkan kerusakan lainnya tak berlarut merundung Indonesia.

"Musibah, bencana dan kerusakan di muka bumi ini juga akibat ulah manusia yang berlaku zalim, juga merusak alam. Oleh karenanya, perilaku tidak terpuji itu sudah semestinya segera diakhiri agar kerusakan dan kehancuran tidak menimpa kita dan anak cucu kita semua," ungkap dia.

Baca juga: Dinding Rumah Warga di Desa Bantik Kecamatan Beo Roboh Pasca Gempa M7,0 di Kepulauan Talaud

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas