Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jaga Lahan dari Hama, Kementan Ajak Petani Cilacap Asuransikan Lahan

Puncak musim hujan dikhawatirkan akan turut meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit. Langkah asuransi lahan adalah untuk antisipasi.

Jaga Lahan dari Hama, Kementan Ajak Petani Cilacap Asuransikan Lahan
TRIBUNNEWS.COM/IST/HO
CROWDE, sebuah startup pertanian Indonesia dengan sistem pembiayaan peer-to-peer (P2P) beberkan 3 hal yang harus diketahui oleh para konsumen terkait produk pertanian antara lain penggunaaan pestisida atau herbisida, tindakan pengendalian hama dan jenis tanah yang digunakan. Tampak para petani panen hasil sawahnya dan mengelola kembali tanah yang akan ditanam dengan Traktor. TRIBUNNEWS.COM/IST 

TRIBUNNEWS.COM – Puncak musim hujan dikhawatirkan akan turut meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit. Untuk itu, Kementerian Pertanian mengajak petani untuk menjaga lahan dengan asuransi. Ajakan ini juga disampaikan untuk petani di Cilacap, Jawa Tengah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani harus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa merusak lahan pertaniannya.

"Sejumlah daerah diprediksi akan memasuki puncak musim hujan. Ada potensi serangan hama dan penyakit tanaman ikut meningkat. Oleh karena itu, kita mengajak petani untuk mengasuransikan lahan," kata Syarul dalam rilisan pers yang diterima Tribunnews, Senin (25/1/2021).

Baca juga: Peneliti LPEM UI: Langkah Kementan Soal Kebijakan Pupuk Subsidi Sudah Tepat

Ajakan senada disampaikan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy.

"Asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana. Asuransi akan meng-cover lahan dari perubahan iklim, cuaca buruk, bencana alam, atau serangan hama dan organisme pengganggu tanaman," katanya.

Menurut Sarwo Edhy, dengan asuransi petani tidak akan menderita kerugian meski lahan pertaniannya gagal panen.

"Asuransi memiliki klaim yang akan diberikan saat lahan gagal panen. Besarnya mencapai Rp6 juta perhektare. Dengan klaim ini, petani tidak akan merugi. Justru petani tetap memiliki modal untuk tanam," katanya.

Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap juga meminta petani mewaspadai meningkatnya risiko serangan hama dan penyakit tanaman padi pada puncak musim hujan ini.

Baca juga: DPR Tegur Menteri Pertanian, Jangan Urusi Remeh-Temeh, Kembangkan Saja Kedelai dan Produksi Sapi

Kepala Dinas Pertanian Cilacap, Supriyanto mengatakan hama dan penyakit berkembang pesat pada kelembapan tinggi, terutama pada saat intensitas matahari karena tingginya intensitas hujan dan tutupan awan.

Serangan hama dan penyakit dapat menurunkan produktivitas, dan bahkan gagal panen.

Beberapa penyakit yang muncul pada musim hujan itu di antaranya, sundep, hawar daun, patah batang leher, hingga serangan wereng. Yang patut diwaspadai adalah serangan hama wereng cokelat yang dapat menyebabkan sawah puso. (*)

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas