Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Serap 97 Persen Tenaga Kerja, UMKM Terbukti Jadi Penyangga Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19

Di tengah situasi sulit yang dihadapi korporasi-korporasi besar, UMKM justru mampu menyerap tenaga kerja mencapai 97 persen.

Serap 97 Persen Tenaga Kerja, UMKM Terbukti Jadi Penyangga Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19
Tribunnews.com/ Reynas Abdila
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peran usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai penyangga perekonomian nasional di masa pandemi Covid-19 terbukti sangat krusial.

Di tengah situasi sulit yang dihadapi korporasi-korporasi besar, UMKM justru mampu menyerap tenaga kerja mencapai 97 persen.

Daya serap tenaga kerja yang cukup besar ini setidaknya mampu menghentikan pertumbuhan angka pengangguran dan kemiskinan akibat pandemi.

Baca juga: Sejak Dimulainya Vaksinasi Covid-19, Teten Masduki Sebut Perekonomian Nasional Kembali Menggeliat

Hal ini disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki dalam webinar bertajuk 'Indonesia Economic Ideation' yang digelar Tribun Network, Harian Surya dan Habitat for Humanity Indonesia, Kamis (28/1/2021). 

"Dari sisi penyerapan tenaga kerja yang mencapai 97 persen, peran UMKM ini sangat penting. Setidaknya bisa mengerem angka pengangguran dan kemiskinan," ucap Teten.

"Sehingga tidak (angka pengangguran dan kemiskinan) terlalu parah terutama di tengah pandemi Covid-19 seperti ini," sambung dia.

Baca juga: Menteri Teten: Produksi Kopi Indonesia Tunjukkan Tren Peningkatan

Teten menjelaskan, salah satu strategi Pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional adalah memulihkan kegiatan usaha UMKM

Dari krisis ke krisis, kata Teten, UMKM sudah terbukti bisa menjadi penyangga ekonomi nasional ketika mengalami masalah.

"Ketika usaha-usaha besar menahan kesulitan bisnis, sehingga banyak yang kehilangan pekerjaan dan akhirnya diserap oleh UMKM. UMKM memiliki peran penting dalam proses pemulihan dampak pandemi," ujar Teten.

Teten mengungkapkan, mayoritas pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM.

Namun demikian, lanjut Teten, kontribusi UMKM terhadap PDB masih kalah jauh dibandingkan korporasi-korporasi besar yang ada.

"Memang kontribusi terhadap PDB masih kecil, 61 persen, ini menunjukkan tingkat produktivitas UMKM kita dibandingkan koorporasi itu masih sangat jauh," pungkas Teten.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas