Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menko PMK: Perempuan dan Anak Harus Diutamakan Dalam Penanganan Bencana

Bangun paradigma baru dalam penanganan bencana, Menko PMK Muhadjir Effendy : perempuan dan anak harus diutamakan.

Menko PMK: Perempuan dan Anak Harus Diutamakan Dalam Penanganan Bencana
BNPB
Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau pemberian bantuan terhadap korban gempa Sulawesi Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan dalam kondisi bencana  jaminan perlindungan untuk perempuan dan anak sangat penting untuk dilakukan.

"Kita ingin membangun paradigma baru dalam penanganan bencana yaitu perempuan dan anak harus diutamakan," tutur Muhadjir melalui keterangan tertulis, Jumat (29/1/2021).

Muhadjir menyebut penanganan bencana gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene yang telah dilakukan oleh petugas lapangan sudah berjalan dengan baik.

KONDISI HOTEL DMALEO - Kondisi hotel d'Maleo pasca guncangan gempa berkekuatan magnitudo 6,2 SR yang terletak di Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Kamis (21/1/2021). Kondisi sebagian bangunan hotel ambruk akibat gempa yang terjadi sekitar pukul 02.28 Wita di Majene beberapa waktu lalu, beruntung saat terjadi gempa penghuni hotel sudah menyelamatkan diri. Sampai saat ini tepat hari ke enam pasca gempa bumi yang melanda Kabupaten Mamuju, puing reruntuhan hotel tersebut terlihat masih berserakan. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
KONDISI HOTEL DMALEO - Kondisi hotel d'Maleo pasca guncangan gempa berkekuatan magnitudo 6,2 SR yang terletak di Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Kamis (21/1/2021). Kondisi sebagian bangunan hotel ambruk akibat gempa yang terjadi sekitar pukul 02.28 Wita di Majene beberapa waktu lalu, beruntung saat terjadi gempa penghuni hotel sudah menyelamatkan diri. Sampai saat ini tepat hari ke enam pasca gempa bumi yang melanda Kabupaten Mamuju, puing reruntuhan hotel tersebut terlihat masih berserakan. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR (TRIBUN TIMUR/TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Menurutnya penanganan pengungsi harus memerhatikan kebutuhan perempuan dan anak.

Dalam posko pengungsian di Kabupaten Majene, terdapat perlakuan khusus untuk pengungsi perempuan, seperti ruangan khusus untuk ibu menyusui.

Ada pula ruang khusus untuk perempuan lansia.

"Secara umum kesan saya penanganan bencana gempa di Majene dan Mamuju sudah sangat baik, dan penanganan di tingkat pengungsi saya kira sudah sangat bagus," ujar Muhadjir.

Baca juga: Pascagempa di Sulbar, Menko PMK Minta BNPB Evakuasi Kelompok Perempuan Rentan

Baca juga: Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta, Menko PMK: Pemerintah Bakal Berlakukan Karantina Terbatas

Menurutnya, perempuan dan anak adalah pihak yang sangat rentan terhadap berbagai macam akibat dari gempa.

Sehingga berbagai kebutuhan perempuan dan anak, seperti kebutuhan sanitasi, kebutuhan sandang, kebutuhan makanan yang bergizi harus dipenuhi dengan baik.

"Kita tahu bahwa untuk perempuan itu mulai dari hamil, melahirkan, kemudian menyusui, kemudian tiap bulan juga ada masalah menstruasi. Itu harus semua tercover seluruh kebutuhannya. Enggak boleh terabaikan," tutur Muhadjir.

"Kemudian berkaitan dengan anak tentu saja (di posko pengungsian) kemudian mudah terjangkit penyakit, asupan gizinya juga harus baik selama masa pengungsian," tambah Muhadjir.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas