Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Nurhadi

Tersangka Nurhadi Juga Terima Bayaran Usai Menangkan Gugatan Cerai Harta Gono-Gini

Bayaran untuk Nurhadi ini terungkap dalam sidang lanjutan terdakwa Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu.

Tersangka Nurhadi Juga Terima Bayaran Usai Menangkan Gugatan Cerai Harta Gono-Gini
Tribunnews/Irwan Rismawan
Adik ipar Nurhadi, Rahmat Santoso, memberikan keterangan pada sidang lanjutan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2020). Sidang tersebut beragendakan pemeriksaan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bekas Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi disebut menerima fee atau bayaran atas upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) Direktur PT Benang Warna Indonusa, Freddy Setiawan yang kala itu bergulir di MA. Permohonan PK itu menyangkut gugatan cerai harta gono gini.

Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan terdakwa Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Keterangan soal jatah atau fee untuk Nurhadi tertuang dalam berita acara pemeriksaan milik Freddy, yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Bagian akhir (BAP) poin ketiga bahwa nantinya ada uang Rp21 miliar tersebut, ada bagian nantinya akan diberikan kepada Nurhadi sebagai fee pemenangan perkara saya di Mahkamah Agung," kata jaksa membaca BAP Freddy.

Baca juga: Saksi Ungkap Menantu Nurhadi Terjerat Kredit Macet di Bank Bukopin Senilai Puluhan Miliar

Freddy membenarkan isi BAP tersebut. Namun ia mengaku tidak tahu nominal jatah yang diberikan ke Nurhadi. "Iya ada ngomong tapi tidak ngomong angkanya," ucap Freddy.

Baca juga: KPK Telusuri Proses Sewa Rumah Persembunyian Nurhadi di Simprug

Dalam BAP, jaksa juga menyebut kuasa hukum Freddy, Rahmat Santoso –yang merupakan adik ipar Nurhadi–, menjanjikan memenangkan PK tersebut di MA. Alasannya karena Rahmat punya keluarga yang menjabat di lingkungan MA. 

"Rahmat Santoso kembali meyakinkan saya, bisa membantu memenangkan perkara peninjauan kembali (PK) terkait harta gono gini dengan mantan istri saya Cendrawati Gunawan."

"Rahmat Santoso mengatakan kepada saya bahwa mempunyai keluarga di MA yang bernama Nurhadi yang dapat membantu saya memenangkan perkara tersebut," kata jaksa kembali membacakan BAP Freddy.

Freddy juga kembali membenarkan BAP tersebut. Ia juga membenarkan bahwa pembayaran kepada Rahmat dilakukan bertahap pada tahun 2015. Totalnya senilai Rp23,5 miliar dari Freddy kepada Rahmat.

saksi kasus Nurhadi
Saksi kasus korupsi mantan Sekretaris MA Nurhadi (Ist)
Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas