Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Maheer At Thuwailibi Meninggal Dunia

Komnas HAM: Polisi Kabulkan Pembantaran Ustaz Maheer Sebelum Wafat di Rutan

Choirul Anam mengatakan pihak Kepolisian telah mengabulkan pembantaran tersangka ujaran kebencian Ustaz Maheer At Thuwailibi. 

Komnas HAM: Polisi Kabulkan Pembantaran Ustaz Maheer Sebelum Wafat di Rutan
Istimewa via Wartakota
Ustaz Maaher At-Thuwailibi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komnas HAM RI M Choirul Anam mengatakan pihak Kepolisian telah mengabulkan pembantaran tersangka ujaran kebencian Ustaz Maheer At Thuwailibi. 

Anam mengatakan hal itu ditunjukkan dengan adanya proses perawatan di rumah sakit Polri. 

"Kalau soal pembantaran, pembantaran memang dikabulkan makanya ada proses perawatan di rumah sakit Polri itu pembantaran," kata Anam saat konferensi pers di kantor Komnas HAM RI Jakarta Pusat pada Kamis (18/2/2021).

Terkait permintaan penangguhan penahanan, kata Anam, hal tersebut terjadi ketika status penahanan Maheer telah dilimpahkan ke Kejaksaan karena berkasnya telah dinyatakan lengkap atau P21.

Baca juga: Komnas HAM Ditunjukkan Rekam Medik hingga Hasil Laboratorium Terkait Penyakit Ustaz Maheer

Terkait hal tersebut, kata Anam, baik Maheer, keluarganya, maupun penasehat hukumnya telah mengetahui hal tersebut. 

"Nah terkait soal penagguhan penahanan memang ada proses di titik tertentu itu di akhir-akhir sehingga sampai meninggal itu ada perubahan dari status tahanan polisi menjadi tahanan kejaksaan karena prosesnya sudah P21. Dan proses itu diketahui secara langsung baik oleh almarhum oleh keluarganya maupun oleh penasehat hukumnya," kata Anam. 

Diberitakan sebelumnya, tersangka kasus ujaran kebencian Maheer At-Thuwailibi meninggal dunia di Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/2/2021).

Dia diduga meninggal dunia karena mengalami sakit.

Kabar tersebut dibenarkan oleh kuasa hukum Maaher, Djuju Purwantoro. Dia bilang, kliennya meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB di dalam rutan Bareskrim Polri.

"Iya betul berita itu, beliau meninggal sekitar jam 7 malam tadi di Rutan Mabes Polri. Sekitar jam 8 sudah dibawa ke RS Polri," kata Djuju saat dikonfirmasi, Senin (8/2/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas