Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Apa Itu Cap Go Meh? Berikut Sejarah dan Berbagai Perayaannya

Perayaan Cap Go Meh tahun ini dirayakan tepat pada hari ini, Jumat (26/2/2021). Simak pengertian, sejarah hingga perayaan Cap Go Meh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Apa Itu Cap Go Meh? Berikut Sejarah dan Berbagai Perayaannya
(KOMPAS.COM/NICHOLAS RYAN ADITYA)
Ilustrasi - Simak 

TRIBUNNEWS.COM - Simak pengertian, sejarah hingga perayaan Cap Go Meh.

Cap Go Meh merupakan perayaan yang dilakukan 15 hari setelah Imlek.

Perayaan Cap Go Meh tahun ini dirayakan tepat pada hari ini, Jumat (26/2/2021).

Lantas, apa itu Cap Go Meh?

Dikutip dari Kompas.com, kata 'Cap Go Meh' diserap dari Bahasa Hokkian.

'Cap' berarti sepuluh, 'Go' berarti lima, sedangkan 'Meh' berarti malam.

Penyebutan ini merujuk pada waktu penyelenggaraan acara yang memang diselenggarakan pada penanggalan 15 kalender China.

Baca juga: Resep Masakan Lontong Cap Go Meh hingga Lontong Sayur yang Enak dan Mudah, Berikut Cara Membuatnya

Baca juga: Apa Itu Perayaan Cap Go Meh? Dirayakan setelah Tahun Baru Imlek, Ini Asal Mulanya

Rekomendasi Untuk Anda

Uniknya, penyebutan kata 'Cap Go Meh' sebenarnya populer di Indonesia, di negara lain seperti China, Taiwan, dan Singapura nama festival ini berbeda.

Di China nama perayaan ini adalah Yuan Xiao atau Shang Yuan.

Di Barat festival ini disebut Lantern Festival (Festival Lampion atau Chinese Valentine's Day (hari Kasih Sayang versi China).

Dikutip dari chinahighlights.com, Festival Lentera adalah hari terakhir (secara tradisional) dari festival terpenting Tiongkok, Festival Musim Semi/alias festival Tahun Baru Imlek.

Festival Lentera juga merupakan malam bulan purnama pertama dalam kalender Cina, menandai kembalinya musim semi dan melambangkan penyatuan kembali keluarga.

Sejarah Perayaan Cap Go Meh

Festival Lampion dapat ditelusuri kembali ke 2.000 tahun yang lalu.

Pada awal Dinasti Han Timur (25–220), Kaisar Hanmingdi adalah seorang pendukung agama Buddha.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas