Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gejolak di Partai Demokrat

Pengamat Ini Sebut SBY dan Elite PD Zalimi Moeldoko

SBY dan putranya, AHY, yang juga merupakan Ketua Umum PD menyebut gamblang nama Moeldoko dalang kudeta di partai itu.

Pengamat Ini Sebut SBY dan Elite PD Zalimi Moeldoko
Istimewa
Ilustrasi Partai Demokrat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gejolak di internal Partai Demokrat kian memanas.

Belakangan, SBY "turun gunung". Ia dan putranya, AHY, yang juga merupakan Ketua Umum PD menyebut gamblang nama Moeldoko dalang kudeta di partai itu.

Mantan panglima TNI itu juga disebut ingin menggantikan AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat.

Reaksi kubu AHY tak main-main. Sejumlah pengurus inti PD yang dinilai terlibat dalam upaya penggulingan itu langsung dipecat.

Baca juga: Soal Kudeta Partai Demokrat, Andi Arief Tanggapi Pernyataan Moeldoko: Kenapa Merasa Ditekan

Namun, kebijakan Demokrat tersebut dikritik pengamat politik dan praktisi hukum, Saiful Huda Ems.

Pria yang di kalangan Aktivis 98 biasa dikenal dengan nama SHE ini menilai langkah yang dilakukan SBY dan AHY dilihat publik menzalimi Moeldoko dan 7 kader yang dipecatnya.

"Ini membuktikan bahwa tuduhan SBY selama ini yang menyatakan bahwa Moeldoko mengkudeta Partai Demokrat itu fitnah dan tidak benar. karena nyatanya pihak internal Partai Demokrat sendiri yang mendatangi Pak Moeldoko untuk menjadi ketua umum Partai Demokrat," ujar Saiful Huda Ems, Sabtu (27/2/2021).

"Yang menghendaki kongres luar biasa Partai Demokrat itu bukan Pak Moeldoko tetapi internal dari Partai Demokrat itu sendiri. Semua anggapan ini sebenarnya dari internal, tetapi malah dilimpahkan ke Pak Moeldoko," ungkapnya.

Baca juga: SBY: Apa yang Dilakukan Moeldoko Merugikan Nama Baik Pak Jokowi

Saiful juga meyakini bahwa Moeldoko memiliki kesibukan sendiri sehingga tidak ada waktu untuk melakukan apa yang dituduhkan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

"Apalagi kemarin kan sedang menyiapkan pernikahan untuk putrinya, tapi kok dituduh mau melakukan kudeta terhadap kepemimpinan AHY di Partai Demokrat," sambung Saiful.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas