Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PPP Minta Pemerintah Cabut Perpres Izinkan Investasi Miras di 4 Provinsi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menteken Peraturan Presiden (Perpres) No10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

PPP Minta Pemerintah Cabut Perpres Izinkan Investasi Miras di 4 Provinsi
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
PENERTIBAN MIRAS - Aparat Polsekta?Sungai Pinang, dipimpin Kanitreskrim Sungai Pinang Iptu Fahrudi?bersama FKPM Kecamatan Sungai Pinang mengamankan sejumlah minuman keras di kawasan Jalan Sentosa, Jalan Gatot Subroto dan Jalan AM Sangaji Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. Sabtu (27/6/2020). (TRIBUNKALTIM.CO./NEVRIANTO HARDI PRASETYO) 

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta Pemerintah mencabut Peraturan Presiden  (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, investasi miras diizinkan di 4 provinsi, yakni Bali, Nusa Tenggara Timur NTT), Sulawesi Utara, (Sultra) dan Papua.

“Fraksi PPP meminta perpres tersebut dicabut demi masa depan anak bangsa, demi menjaga moral,”: ujar Sekretaris F-PPP DPR, Achmad Baidowi ketika dihubungi Tribunnews.com, Minggu (28/2/2021).

Apalagi kata dia, setelah sebelumnya Indonesia dihebohkan kasus penembakan di Cengkareng, Jakarta, yang dilakukan onkum anggota Polri akibat pengaruh minuman berlakohol.

“Ini kembali menelan korban aparat penegak hukum. Tidak tanggung-tanggung pelakunya kali ini adalah aparat kepolisian yang menewaskan tiga orang sekaligus dengan tembakan yang brutal setelah meneguk minum-minuman keras. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, kasus yang disebabkan oleh Miras ini bikin gaduh Indonesia karena salah satu yang meninggal akibat peluru tajam tersebut salah satunya adalah TNI AD berikut Pegawai kafe,” jelas Ketua DPP PPP ini.

Baca juga: Pemerintah Buka Industri Miras, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Kehilangan Arah Dalam Mengelola Negara

Dia mengatakan kegaduhan yang diakibatkan Minol ini seakan-akan terus menerus mencoreng nama baik Indonesia dimata dunia.

Mulai komentarnya Dubes jepang hingga tercorengnya aparat penegak hukum.

Jika ini dibiarkan, lanjut dia, bukan tidak mungkin akan menimbulkan distrust di masayarakat sendiri terhadap pemerintah. Karena dampak mudhorot dari minuman keras ini pelan namun pasti akan merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Oleh karena itu sejak periode dulu Fraksi PPP mengusulkan untuk segera disahkan RUU Larangan Minuman Alkohol,” ucap Wakil Ketua Baleg DPR ini..

“Kami memandang perlunya regulasi ini untuk menghindari kegaduhan dan banyaknya korban nyawa yang diakibatkan oleh Miras,” tegasnya.

Jokowi Teken Perpres Bolehkan Investasi Miras di Bali, NTT, Sultra dan Papua

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas