Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gejolak di Partai Demokrat

AHY: Banyak Peserta KLB Deli Serdang Datang Atas Dasar Imbalan Berupa Uang, Posisi, dan Kedudukan

AHY menyebut kebanyakan peserta KLB tersebut datang karena dijanjikan imbalan berupa uang, posisi, dan jabatan.

AHY: Banyak Peserta KLB Deli Serdang Datang Atas Dasar Imbalan Berupa Uang, Posisi, dan Kedudukan
Partai Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan respons atas pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang berlangsung di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

AHY menyebut kebanyakan peserta KLB tersebut datang karena dijanjikan imbalan berupa uang, posisi, dan jabatan.

"Yang saya sayangkan, banyak dari mereka hadir (di KLB) atas dasar paksaan, ancaman, dan juga imbalan berupa uang, posisi, dan kedudukan," kata AHY saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Keikutsertaan atas dasar dijanjikan mendapat imbalan dinilai AHY sangat merusak demokrasi.

Baca juga: AHY Minta Jokowi Hingga Menkumham Yasonna Laoly Tak Sahkan Pengurus Demokrat Versi KLB Deli Serdang

"Bukan hanya kedaulatan, kehormatan dan eksistensi Partai Demokrat yang dipertaruhkan di sini, tapi juga nasib dan masa depan demokrasi di Indonesia," ujar AHY.

AHY juga menyinggung kehadiran representasi kekuasaan dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD).

Baca juga: AHY: Sejak Awal Motif dan Keterlibatan Moeldoko Tidak Berubah, Ingin Ambil Alih Demokrat

AHY menyebut, demokrasi Indonesia akan hancur bila ada aktor-aktor tertentu yang merasa memiliki kekuatan politik dan kekuatan uang berbuat sewenang-wenang.

"Apa jadinya kalau ada aktor-aktor tertentu yang merasa memiliki kekuatan politik, kekuatan uang, lalu bisa berbuat semaunya, sewenang-wenang mengambil alih partai politik yang sah dan berdaulat.Dengan cara-cara yang tidak legal tadi? Hancurlah demokrasi kita," ujar dia.

Moeldoko terpilih secara aklamasi

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas