Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ketua BPKP Tegaskan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Selalu Kerjasama Dengan Baik

Kerjasama selama ini dengan pak Doni selalu kondusif dan responsif baik sekali menindaklanjuti semua temuan kita. Dia cukup transparan dan akuntabl

Ketua BPKP Tegaskan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Selalu Kerjasama Dengan Baik
Tribunnews.com/ Reza Deni
Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh usai menemui Wapres Maruf Amin di Kantor Wapres, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  -  Ketua BPKP Dr. Muhammad Yusuf Ateh, Ak., M.B.A., CSFA., CGCAE. menyatakan bahwa Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo selalu kerjasama baik dengan BPKP, transparan, dan akuntabel.

"Kerjasama selama ini dengan pak Doni selalu kondusif dan responsif baik sekali menindaklanjuti semua temuan kita. Dia cukup transparan dan akuntable," papar Yusuf Ateh khusus kepada Tribunnews.com Minggu (14/3/2021).

Doni khusus kepada Tribunnews.com menyatakan, alat tes virus merk reagen yang belakangan banyak diributkan itu  dikembalikan sejumlah laboratorium bukan karena alat tidak kompatibel, tetapi karena kemampuan laboratorium yang belum memadai.

"Semua sudah saya jelaskan ke berbagai media mengenai alat tes virus merk reagen tersebut," paparnya lagi kepada Tribunnews.com kemarin (14/3/2021).

Menurut Doni pula, ada laboratorium yang tidak bisa pakai Sansure dan ada laboratorium yang bisa.

"Yang tidak bisa tentu ditarik dan dilakukan redistribusi ke laboratorium yang bisa, tambah Doni.

Doni juga membantah jatah pengadaan reagen dengan kedekatan seseorang, "Tidak ada itu. Kita pilih yang terbaik kualitasnya bagi masyarakat dan termurah."

Tenaga ahli gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 HM Nasser juga membenarkan hal itu khusus kepada Tribunnews.com.

"Tidak ada masalah pak. Yang tidak dipakai di lapangan karena alasan teknis pengerjaan oleh SDM laboratorium bukan kegagalan dalam pembelian atau pengadaan barang tersebut," tekan Prof. Nasser.

Dalam pengadaan apa pun, menurut Yusuf Ateh, Doni selalu konsultasi dengan pihak BPKP.

"Doni sangat kerjasama dengan sangat baik mengenai berbagai hal dan saya juga berikan saran kepadanya agar tidak salah bertindak. Kadang-kadang memang di bawah ada yang agak kurang cepat mungkin menindaklanjuti. Tetapi sejauh ini kerjasama dengan pak Doni sangat kondusif," tambah Ketua BPKP tersebut lagi.

Dalam setiap pembayaran juga selalu di verifikasi oleh pihak BPKP, tambah Yusuf Ateh.

"Pak Doni selalu terbuka semua dalam setiap pembayaran, dan pembelian barang dengan kualitas tertinggi dengan harga yang termurah, itu sangat bagus dilakukan pak Doni, sudah tepat. Bukti kerjasama yang sudah sangat baik dengan tim BPKP selama ini," tambahnya lagi.

 
Sementara itu bagi WNI yang berkeinginan vaksinasi Covid-19 di Jepang dapat menghubungi Forum BBB, kelompok bisnis WNI yang berdomisili di Jepang dengan email: bbb@jepang.com subject: Vaksinasi

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas