Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Nurhadi

Nurhadi Mau Pindah Rutan Kata KPK Berlebihan, Kuasa Hukum Tuding KPK yang Berlebihan

Sebaliknya, kuasa hukum terdakwa kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA menyatakan KPK yang berlebihan.

Nurhadi Mau Pindah Rutan Kata KPK Berlebihan, Kuasa Hukum Tuding KPK yang Berlebihan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi usai memberikan kesaksian saat sidang lanjutan kasus suap pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan Terdakwa Eddy Sindoro di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut rencana eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi yang mau pindah rumah tahanan (rutan) berlebihan.

Sebaliknya, kuasa hukum terdakwa kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA menyatakan KPK yang berlebihan.

"Menurut hemat saya, pernyataan dari KPK itu yang berlebihan dan tidak ada dasarnya," kata Maqdir Ismail selaku kuasa hukum Nurhadi kepada Tribunnews.com, Senin (22/3/2021).

Kata Maqdir, permohonan pindah rutan ke ketua Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta demi kesehatan Nurhadi.

Menurut penuturan Nurhadi kepada Maqdir, kondisi Rutan C1 KPK yang kini ditempati kliennya tidak bagus untuk kesehatan.

"Sebab menurut Pak Nurhadi keadaan di rumah tahanan sekarang, untuk beliau sangat tidak baik untuk kesehatannya. Oleh karena itulah kami menyampaikan surat kepada Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta," kata Maqdir.

Ia pun menyinggung permasalahan ventilasi kamar mandi Rutan C1 yang kini tertutup. Akibatnya, kondisi rutan jadi agak sumpek.

"Karena agak pengap, terutama sejak ventilasi kamar mandi ditutup. Akibatnya tidak ada sinar matahari yang bisa masuk dan tidak ada ventilasi udara," kata Maqdir.

Diwartakan sebelumnya, KPK menyatakan permintaan Nurhadi dari Rutan C1 KPK ke Rutan Polres Jakarta Selatan berlebihan.

"Alasan terdakwa tersebut berlebihan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat keterangannya, Minggu (21/3/2021).

Baca juga: Bekas Sekretaris MA Nurhadi Berharap Pindah Rutan, Alasannya Faktor Kesehatan

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas