Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Ada 63,5% dari 463 Pasien yang Dinyatakan Sembuh Alami Long Covid-19

Gejala yang dirasakan saat masih terinfeksi virus Covid-19 kemungkinan masih bisa dirasakan oleh sebagian orang.

Ada 63,5% dari 463 Pasien yang Dinyatakan Sembuh Alami Long Covid-19
freepik.com
Ilustrasi Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gejala yang dirasakan saat masih terinfeksi virus Covid-19 kemungkinan masih bisa dirasakan oleh sebagian orang.

Meski telah dinyatakan sembuh oleh medis, bisa saja masih timbul batuk, demam, sesak nafas hingga nyeri pada dada. 

Kondisi ini disebut sebagai chronic Covid Syndrome. Atau lebih dikenal sebagai Long Covid-19. Gejala ini dapat dirasakan oleh penyintas Covid-19 setelah dua Minggu setelah dinyatakan sembuh bahkan berbulan-bulan kemudian. 

Baca juga: Penyintas Sedang yang Isolasi Mandiri di Rumah Berisiko Long Covid-19

Ciri khas yang utama dari Long Covid-19 adalah gampang lelah. Kondisi ini tentunya dapat menganggu kualitas hidup penyintas Covid-19. Karena gejala yang ditimbulkan dapat menghalangi untuk beraktifitas seperti semula.

Di Indonesia sendiri, Long Covid-19 cukup banyak ditemukan pada penyintas Covid-19. Hasil survei yang dilakukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan bahwa 63,5% dari 463 pasien yang sembuh mengalami Long Covid-19. 

Namun menurut dr RA. Adaninggar SpPD saat ini pengobatan pada Long Covid-19 belum ditemukan. Hanya saja ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menangani kasus ini.

Baca juga: Tak Banyak Bicara Seusai Diperiksa KPK soal Korupsi Bansos Covid-19, Cita Citata Janjikan Hal Ini

Pertama, melakukan istirahat secara fisik dan psikis. Kedua, lakukan kontrol pada dokter. Ketiga, lakukan Pulse oximeter untuk memonitor gejala sesak yang masih terasa. Namun menurut dr Adaninggar, ada satu hal yang menarik dan masih dikaji secara ilmiah.

"Vaksinasi Covid-19 di duga dapat Memperbaiki gejala Long Covid-19. Namun masih dalam penelitian ilmiah bersifat kecil. Mungkin kalau ada kesempatan long covid boleh divaksin. Jadi ga ada ruginya," katanya pada seminar online, Sabtu (27/3/2021).

Ikuti kami di
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
load->view('side/tjb_classified_ads'); ?>
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas