Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Lia Eden Meninggal Dunia

Hari Ini Jenazah lia Eden Dikremasi, Pengikut Rahasiakan Kematiannya, Keluarga Sempat Ditolak Masuk

Pengikut Lia Eden sempat mengatakan jenazah Lia Eden dibawa ke rumah duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta Barat. Senin(12/4/2021) jenazah akan dikremasi.

Hari Ini Jenazah lia Eden Dikremasi, Pengikut Rahasiakan Kematiannya, Keluarga Sempat Ditolak Masuk
Kolase TribunJatim
Lia Eden 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemimpin Kelompok Salamullah, Lia Aminuddin alias Lia Eden dikabarkan meninggal. Lia Eden meninggal pada Jumat(9/4/2021) lalu pada usia 74 tahun.

"Lia Eden (Lia Aminudin) yang sejak 1995 meyakini terus menerima bimbingan malaikat Jibril telah meninggal Jumat lalu (9/4/2021),” ujar Manajer Program Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk), Thowik, Minggu(11/4/2021).

Thowik enggan merinci lebih jelas mengenai penyebab meninggalnya Lia Eden. Yang jelas kata dia meski Lia Eden telah meninggal ajarannya tetap akan diteruskan.

“Selamat jalan, Lia Eden. Beristirahatlah dalam kemenangan yang mahadamai,” kata Thowik.

Baca juga: KONTROVERSI Lia Eden: Titisan Bunda Maria, soal UFO, Ahok Reinkarnasi Hanoman, hingga Surati Jokowi

Baca juga: Perjalanan Lia Eden, Pemimpin Sekte Kerajaan Tuhan, Pernah 2 Kali Ditangkap Polisi

Lia Eden merupakan pemimpin sekte Kerajaan Tuhan (God's Kingdom Eden). Ia mengklaim diri telah mendapat wahyu dari Malaikat Jibril sehingga ia mempelajari aliran paranealis atau lintas agama. Pada 1998, Lia yang terlahir sebagai Muslim mempelajari Nasrani.

Lia Eden beserta pengikutnya mendatangi Gedung KPK, Senin (16/2/2015).
Lia Eden beserta pengikutnya mendatangi Gedung KPK, Senin (16/2/2015). (Eri Komar Sinaga/Tribun Jakarta)

Dia kemudian merilis sebuah buku berjudul 'Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir' yang berisi mengenai aliran yang ia dalami.

Lia Eden mengimani reinkarnasi dari ajaran Hindu, mengklaim diri sebagai titisan Bunda Maria, dan menyatakan putranya yang bernama Ahmad Mukti sebagai Yesus Kristus.

Lia Eden juga menerapkan sejumlah ajaran agama Buddha, seperti meditasi dan memahat patung.

Baru pada pertengahan 2000, Lia mendeklarasikan agama baru, Salamullah, sebagai penyatuan dari semua agama yang ia pelajari.
Lia Eden sempat ditangkap pada Desember tahun 2005 atas dugaan penodaan agama.

Ia diduga melanggar Pasal 156a dan 157 mengenai penodaan terhadap agama, menghasut, dan mengajak masyarakat mengikuti ajarannya.

Pengikut Lia Eden saat menyambangi Mabes Polri di Jakarta, Jumat (17/4/2015), malam.
Pengikut Lia Eden saat menyambangi Mabes Polri di Jakarta, Jumat (17/4/2015), malam. (Tribunnews.com/Theresia Felisiani)
Halaman
123
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas