Tribun

Banyaknya WA yang Masuk ke Kapolri Bukti Masyarakat Kecewa dengan Pelayanan Publik di Kepolisian

Rio berharap jajaran kepolisian di tengah masyarakat untuk dapat mengembalikan kepercayaan dengan menjalankan perintah Kapolri dan melakukan evaluasi.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Banyaknya WA yang Masuk ke Kapolri Bukti Masyarakat Kecewa dengan Pelayanan Publik di Kepolisian
Tribunnews/Irwan Rismawan
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan saat menghadiri peluncuran aplikasi Propam Presisi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/4/2021). Aplikasi Propam Presisi tersebut diciptakan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri sebagai sarana pengaduan terkait oknum polisi maupun PNS di kesatuan Polri agar bisa melapor lebih cepat, mudah, transparan, akuntabel, dan informatif. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi menilai, pernyataan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo yang mengatakan banyak manerima pengaduan dari masyarakat atas lambatnya penanganan perkara dan ketidaknetralan, merupakan peringatan keras bagi jajaran institusi polri untuk dapat melakukan perubahan dalam kinerja.

"Ini peringatan keras, jangan dianggap bermain-main bagi jajaran kepolisian di bawahnya. Banyaknya whatsapp yang masuk langsung ke Kapolri bukti masyarakat sudah sangat kecewa dengan pelayanan publik yang terjadi di kepolisian," kata Andi Rio kepada Tribunnews, Kamis (15/4/2021).

Politikus Golkar itu berharap agar jajaran kepolisian di tengah masyarakat untuk dapat mengembalikan kepercayaan dengan menjalankan perintah Kapolri dan melakukan evaluasi dan berbenah diri.

Sehingga masyarakat kembali percaya kepada penanganan perkara yang dilakukan kepolisian.

"Mari kira jadikan saran dan kritik masyarakat untuk perbaikan, jangan sampai institusi polri anti kritik dan itu tentunya sangat berbahaya. Selama kritik itu membangun untuk kemajuan dan perbaikan kepolisian, maka itu pertanda masyarakat masih mencintai institusi Polri," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengatakan sering menerima aduan secara langsung dari nomor tidak dikenal melalui WhatsApp.

Baca juga: Diserang Terduga Teroris, Polisi Pastikan Pengamanan Mabes Polri Sudah Sesuai SOP

Hal itu disinggungnya saat membahas gagasan sistem komplain terpadu antara Polri dan Kompolnas.

"Beberapa waktu lalu saya sowan ke Kompolnas. Pada saat itu, dan saya inginkan bahwa ada sistem pelaporan yang terpadu, yang kemudian bisa dikoneksikan antara kepolisian dengan Kompolnas, sehingga laporan-laporan yang masuk, yang ada di Kompolnas, yang ada di kita, bisa dibandingkan, apakah laporannya sama," kata Listyo saat Rakernis Divpropam Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/4/2021).

Menurut Listyo, ini dapat menjadi langkah Polri dalam merespons cepat berbagai laporan dan aduan dari masyarakat.

Mantan Kabareskrim Polri ini bahkan mengaku masih meladeni laporan orang tidak dikenal melalui Whatsapp.

"Sampai saat ini saya masih menerima aduan secara langsung dari masyarakat tentang keluhan-keluhan terkait dengan masalah keterlambatan penanganan perkara, terkait masalah mafia tanah, ketidaknetralan, itu saya masih menerima," ujar dia.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas