Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus BLBI

Ekonom Tagih Janji Kampanye Jokowi Tuntaskan Kasus BLBI

Untuk itu, rakyat wajib mengingatkan pemerintahan Jokowi agar jangan melupakan janji.

Ekonom Tagih Janji Kampanye Jokowi Tuntaskan Kasus BLBI
foto dokumentasi
Pengamat Ekonomi dan Politik Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN), Sasmito Hadinagoro./Foto diambil sebelum pandemi Covid-19 merebak. 

Sayangnya, lanjut Sasmito, data-data tentang BLBI Gate ini diabaikan.

"Kita ingin tegaskan, kasus BLBI Gate memberatkan dan menjadi beban generasi yang akan datang," tuturnya.

Beratnya beban BLBI Gate ini sudah pernah disampaikan Wapres Jusuf Kalla.

Menurut Sasmito, saat berpidato di depan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Jusuf Kalla mengakui beban bunga obligasi rekap ex-BLBI puluhan triliun memberatkan keuangan negara.

Berdasarkan data, sampai dengan akhir periode presiden SBY berkuasa tahun 2014, dana APBN patut diduga Rp 960 triliun uang negara yang 70% bersumber dari pajak yang disetor rakyat dari Sabang sampai Merauke disalahgunakan.

Bahkan sebesar Rp 600 triliun uang pajak rakyat ini dipakai membayar subsidi bunga obligasi rekap ex-BLBI.

"Saya blak-blakan menyampaikan ini. Justru bank plat merah (Mandiri-Red) sesungguhnya sejak diberi subsidi bunga obligasi rekap ex-BLBI dengan ngantongi obligasi rekap fiktif Rp 73 trilun," jelasnya.

Dengan bunga obligasi rekap ex-BLBI rata-rata 10% per tahun maka dana publik di salah satu bank rekap BUMN justru sukses membobol dana BLBI Gate fresh.

Dikatakan upaya pembobolan terlihat di era Direksi Mandiri Agus Martowardoyo dan Pahala Mansuri.

"Sebab tahun 2010- 2012 yang lalu mereka sukses menjual obligasi rekapitalisasi pemerintah Rp 56 Triliun kepada Bank Inggris, Standard Chartered," terangnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas