Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Anggota Komisi VI DPR Apresiasi Rencana Akuisisi Peternakan Sapi di Belgia

pembelian perusahaan peternakan oleh negara lain juga sudah dilakukan oleh negara tetangga seperti oleh Malaysia dan Brunei Darusalam

Anggota Komisi VI DPR Apresiasi Rencana Akuisisi Peternakan Sapi di Belgia
Via Kompas.com
Marwan Jafar. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Data di Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa tahun terakhir menunjukkan, volume dan nilai impor daging sapi di Indonesia mengalami peningkatan cukup signifikan.

Di sisi lain sejumlah upaya memenuhi permintaan konsumsi daging per kapita penduduk karena meningkatnya kesadaran pangan bergizi yang makin besar juga sudah serta terus dilakukan.

Menyikapi fakta atau kenyataan tersebut, maka upaya cerdas dan strategis mesti dilakukan oleh pemerintah sebagai solusi jitu yang bersifat jangka panjang.

Baca juga: Erick Thohir Akan Beli Peternakan Sapi di Belgia untuk Jaga Pasokan, DPR: Solusi Jangan Pendek

Hal itu disampaikan anggota DPR RI Marwan Jafar melalui keteranganya, Selasa (20/4/2021).

"Itu sebabnya kami mengapresiasi rencana Kementerian BUMN yang belum lama ini menyatakan keinginannya untuk melakukan pembelian peternakan sapi di Belgia. Data di Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, importasi daging sapi rata-rata mencapai 1,5 juta ton per tahun yang berasal dari Australia, Selandia Baru, India, Amerika Serikat dan Spanyol," kata Marwan Jafar.

Baca juga: Komisi VI DPR Tanggapi Rencana Kementerian BUMN Beli Peternakan Sapi di Belgia

Anggota Komisi VI DPR itu menambahkan, kalau ibaratnya selama ini Indonesia hanya mengimpor daging di sisi hilir yang dipastikan sangat menguras cadangan devisa negara.

Maka rencana pembelian perusahaan peternakan sapi-mengenai bagaimana mekanisme atau teknisnya apakah misalnya membeli saham perusahaan peternakan tersebut atau mekanisme lainnyaboleh jadi ingin mengakses atau menjemputnya sejak di sisi hulu (on farm) perusahaan maupun di sisi produksi di kawasan peternakannya langsung.

Menurut mantan Menteri Desa-PDTT itu, pembelian perusahaan peternakan oleh negara lain juga sudah dilakukan oleh negara tetangga seperti oleh Malaysia dan Brunei Darusalam.

Maksudnya, keperluan seperti membeli perusahaan sapi di Belgia harus dilihat secara jangka panjang, dapat memangkas mata rantai dan distorsi perdagangan, bisa lebih strategis dan sebagainya.

"Melalui pembelian perusahaan peternakan tersebut kemungkinan kita dapat pula menyerap pengalaman atau keilmuan praktis secara langsung terkait beberapa aspek profesional dan modern membangun perusahaan peternakan yang berbasis penerapan pengetahuan serta penggunaan teknologi mutakhir," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: chaerul umam
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas