Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dino Patti Djalal Ungkap Kekecewaan ke KLHK soal Target Bebas Emisi

Dino Patti Djalal mengungkapkan kekecewaan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait target capaian bebas emisi.

Dino Patti Djalal Ungkap Kekecewaan ke KLHK soal Target Bebas Emisi
Tangkap layar youtube Kompas TV
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika serikat Dino Patti Djalal 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengungkapkan kekecewaan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait target capaian bebas emisi atau net-zero emission.

KLHK menetapkan proyek ambisius target penurunan emisi di tahun 2070.

Namun diharapkan bisa lebih ambisius lagi mengingat KLHK sebagai vokal poin nasional untuk perubahan iklim dan sebagai satu pintu untuk menetapkan dokumen perubahan iklim.

“Kalau saya bisa jujur, saya bicara sebagai seorang ayah yang memiliki anak 13 tahun yang akan hidup di tahun 2045. KLH yang menyatakan 2070 (target penurunan emisi) itu 20 tahun terlambat dari karbon stok kita. Telat satu generasi. Jadi saya sangat kecewa,” kata Dino di acara webinar "Indonesia Net Zero Summit 2021 yang berkaitan dengan Darurat Perubahan Iklim" pada  Selasa (20/4/2021).

Baca juga: KLHK Umumkan Kelahiran Elang Jawa Bernama PRAWARA

Menurutnya, sebagai badan yang menangani perubahan iklim seharusnya KLHK lebih progresif, paling berani dan paling ngotot untuk menurunkan emisi.

Bukan malah menjadi badan yang paling konservatif.

“2070 itu sangat terlambat. Itu pandangan yang sangat birokratis dan tidak visioner. Pandangan yang tidak mengikuti arus perubahan global, ” ujarnya.

Belum lagi suara pemerintah masih belum bulat soal penurunan emisi.

Antara Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PPN Suharso Monoarfa dan Menteri LHK Siti Nurbaya masih ada perbedaan mengenai target emisi.

“Tiongkok saja sudah bisa 2060. Bhutan, Argentina, Colombia sudah setuju 2050. Lantas apa yang membuat Indonesia ketakutan,” kata Dino.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas