Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Satgas Covid-19: Dampak Kerumunan di Lokasi Belanja Baru Terlihat 2-3 Minggu Mendatang

Wiku Adisasmito sangat menyayangkan terjadinya kerumunan di sejumlah lokasi dalam beberapa terakhir ini.

Satgas Covid-19: Dampak Kerumunan di Lokasi Belanja Baru Terlihat 2-3 Minggu Mendatang
Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga berbelanja di Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini, sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito sangat menyayangkan terjadinya kerumunan di sejumlah lokasi dalam beberapa terakhir ini.

Hal itu disampaikan Wiku merespons pertanyaan awak media mengenai banyaknya kerumunan di sejumlah pusat perbelanjaan.

"Kerumunan yang terjadi di berbagai lokasi memiliki potensi untuk meningkatkan jumlah kasus," kata Wiku dalam konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat presiden, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Setelah Kerumunan Pasar Tanah Abang, Muncul Kerumunan Konser Musik di Pasar Minggu

Pada prinsipnya menurut Wiku, kerumunan merupakan pelanggaran terhadap protokol kesehatan.
Namun demikian untuk melihat dampak yang ditimbulkan dari kerumunan yang terjadi dalam beberapa hari terkahir ini, baru dapat dilihat dalam dua sampai tiga minggu ke depan.

"Saya mohon kepada Satgas daerah dengan poskonya di tingkat Kelurahan untuk aktif mencegah, mengawasi, dan menindak tegas setiap pelanggaran protokol kesehatan di fasilitas umum di wilayah masing-masing," kata Wiku.

Baca juga: Menumpang KM Purnama Ekspres, 103 WNI di Sabah Malaysia Dipulangkan ke Tanah Air

Ia meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam menekan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menghindari kerumunan di fasilitas publik.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap penularan Covid-19. Jokowi minta masyarakat tidak menyepelekan virus Corona atau SARS-CoV-2.

"Pandemi Covid masih nyata ada di negara kita. Oleh sebab itu, kita harus tetap benar-benar waspada. Tetap tidak boleh lengah. Tidak boleh menyepelekan yang namanya Covid," kata Jokowi dalam pernyataannya yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (2/5/2021).

Jokowi mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia memang melandai sejak PPKM skala mikro diterapkan dan program vaksinasi dilakukan.

Warga berbelanja di Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini, sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga berbelanja di Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini, sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Indikatornya jumlah kasus positif harian berada di bawah 10 ribu. Selain itu angka kesembuhan yang terus meningkat. Hanya saja kata Jokowi, masyarakat jangan berpuas diri terlebih dahulu.

"Jangan dulu berpuas diri. Jangan optimisme berlebihan. Jangan merasa situasi sudah terkendali. Jangan merasa sudah aman. Belum!," katanya.

Kepala Negara meminta upaya menekan kasus aktif, harus terus dilakukan. Keberhasilan dalam mengendalikan Covid-19 sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat menjaga protokol kesehatan.

"Kita semua baik yang sudah divaksin maupun yang belum divaksin. Baik yang berada di zona merah, zona orange, zona kuning, dan zona hijau, harus tetap berdisiplin menjalankan prokes. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," katanya.

Untuk diketahui menjelang hari raya idul fitri sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dipenuhi warga, salah satunya Pusat Grosir Tanah Abang pada akhir pekan ini. Bahkan saking penuhnya, upaya menjaga jarak sulit dilakukan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran penyebaran Covid-19.

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas