Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

OTT KPK di Kabupaten Nganjuk

Geledah Kediaman Bupati Nganjuk Novi Rahman, Bareskrim Polri Sita Brankas Berisi Uang Rp 647 Juta

Uang di brankas itu diduga kuat merupakan hasil kejahatan dalam kasus jual-beli jabatan tersangka. Total ada sebanyak Rp 647 juta di dalam brankas.

Geledah Kediaman Bupati Nganjuk Novi Rahman, Bareskrim Polri Sita Brankas Berisi Uang Rp 647 Juta
Tribunnews/Jeprima
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar bersama Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto?saat akan menggelar konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Senin (10/5/2021). KPK bersama Bareskrim Polri menggelar konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat atas dugaan korupsi lelang jabatan. Dalam kasus ini polisi menyita barang bukti berupa uang Rp647.900.000 dan delapan unit telepon genggam dan satu tabungan Bank Jatim. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri menyita sejumlah barang bukti saat menangkap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dalam dugaan kasus jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Pol Argo Yuwono menyampaikan pihaknya menemukan brankas yang berisikan uang saat menggeledah kediaman Novi Rahman.

Uang di brankas itu, kata Argo, diduga kuat merupakan hasil kejahatan dalam kasus jual-beli jabatan tersangka. Total, ada sebanyak Rp 647 juta di dalam brankas tersebut.

"Di dalam penangkapan itu kita juga menyita uang yang diduga yang berkaitan dengan jual beli jabatan sebesar Rp 647.900.000 itu kita amankan dari rumah di brankas Bupati Nganjuk," kata Argo di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Tak hanya itu, Argo menuturkan penyidik juga menyita 8 ponsel, buku tabungan hingga dokumen yang diduga berkaitan jual-beli jabatan tersebut.

"Kita juga menyita 8 handphone, ada buku tabungan yang kita sita dan juga ada beberapa dokumen yang berkaitan dengan jual beli jabatan," jelasnya.

Hingga kini, sambung Argo, Bupati Nganjuk Novi Rahman dan tersangka lainnya akan menjalani pemeriksaan dan penahanan di Rutan Bareskrim Polri.

"Para tersangka ini mulai hari ini akan kita lakukan penahanan di Bareskrim Polri. Ini adalah bentuk koordinasi yang kita lakukan dengan KPK untuk beberapa tindak pidana korupsi yang kita lakukan saat ini," ujar dia.

Bareskrim Polri sebelumnya menetapkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat sebagai tersangka dugaan kasus jual-beli jabatan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas