Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2021

Pembuat Video Seruan Terobos Pos Penyekatan Mudik Mengaku Kesal dengan Pemerintah

Sering buat video provokatif termasuk seruan terobos posko penyekatan mudik, ternyata pelaku kesal dengan kebijakan pemerintah.

Pembuat Video Seruan Terobos Pos Penyekatan Mudik Mengaku Kesal dengan Pemerintah
NET
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembuat video seruan terobos posko penyekatan pelarangan mudik yang ditangkap mengungkapkan alasan membuat konten tersebut.

Dia mengaku kesal dengan kebijakan pemerintah. 

"Motif yang bersangkutan adalah kesal dengan kebijakan larangan mudik yang dilakukan pemerintah. Menurut yang bersangkutan pemerintah adalah antek-antek komunis," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy saat dikonfirmasi, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Polisi Amankan 4 Provokator Pemudik Terobos Barikade di Kedungwaringin 

Baca juga: Provokator Warga Terobos Mudik Ditangkap, Ngaku Tak Percaya Corona dan Benci Kebijakan Pemerintah

Winardy menyampaikan pelaku tidak hanya pertama kali membuat video yang bersifat provokatif.

Dia sebelumnya juga kerap membuat video-video provokatif yang diarahkan kepada pemerintah.

"Yang bersangkutan memang sering membuat video provokatif sebelumnya dan memang karena dasar kebencian yang dimiliki oleh yang bersangkutan kepada pemerintah," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh telah mengamankan pemilik konten video yang mengandung unsur provokatif di Desa Lampaya, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (9/5/2021).

"Benar, telah kami amankan seorang terduga pelaku berinisial WHD, yang merupakan pemilik video provokatif," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy dalam keterangannya, Senin (10/5).

Kombes Pol Winardy, Kabid Humas Polda Aceh
Kombes Pol Winardy, Kabid Humas Polda Aceh (Serambi/Subur Dani)

Dijelaskan Winardy, penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil penyidikan terhadap pemilik konten video pada akun media sosial Instagram 'cetul.22'.

Video tersebut juga sudah diposting oleh 1 akun Facebook atas nama Zakarya Alhanafi pada tanggal 08 Mei 2021 yang bermuatan Ujaran Kebencian dan/ atau SARA terhadap aturan pemerintah.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas