Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rayakan Idulfitri di Tengah Pandemi, Menteri Tjahjo: Terima Kasih ASN yang Patuhi Larangan Mudik

Menteri Tjahjo kembali mengingatkan agar ASN tetap menjadi teladan bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungannya

Rayakan Idulfitri di Tengah Pandemi, Menteri Tjahjo: Terima Kasih ASN yang Patuhi Larangan Mudik
Capture video
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perayaan Idulfitri 1442 Hijriah tahun ini masih dalam suasana pandemi sehingga membatasi pertemuan secara fisik dan tidak mudik adalah cara merayakan hari kemenangan ini agar Covid-19 segera pergi dari tanah air.

"Selamat Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah, untuk seluruh masyarakat Indonesia yang merayakannya, terutama para aparatur sipil negara (ASN). Mohon maaf lahir dan batin," sambut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, Kamis (13/5/2021).

Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1442 H jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021.

Baca juga: Beri Ucapan Idul Fitri, Moeldoko: Terima Kasih Memilih Tidak Mudik untuk Menyelamatkan Kita Semua

Menteri Tjahjo kembali mengingatkan agar ASN tetap menjadi teladan bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungannya, terutama dalam mematuhi larangan mudik.

Ia mengatakan sudah sewajarnya jika ASN juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mematuhi kebijakan pemerintah mengenai larangan mudik tersebut.

Baca juga: Menaker Ida: Meski Tanpa Mudik, Tidak Menghilangkan Semangat Bersilahturahmi dan Bermaafkan

"Saya berterima kasih kepada seluruh ASN yang mematuhi larangan mudik," ungkap Menteri Tjahjo.

Kebijakan ini diambil Pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 saat libur panjang.

Menteri Tjahjo mengatakan, menahan diri untuk tidak mudik merupakan upaya untuk melindungi diri, keluarga dan sanak saudara.

“Mari kita lindungi diri kita sendiri, keluarga, dan orang-orang sekitar kita. Tidak mudik adalah bentuk rasa cinta kita untuk melindungi dan bertanggung jawab pada keluarga,” ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas