Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Puskapol UI: Pertaruhan Kepala Daerah di 2024 Dilihat dari Pengendalian Covid-19 Pascalebaran

Sejumlah catatan penting yang harus diperhatikan kepala daerah jika berniat maju di 2024, mempertahankan kepemimpinannya di era pandemi.

Puskapol UI: Pertaruhan Kepala Daerah di 2024 Dilihat dari Pengendalian Covid-19 Pascalebaran
Tribunnews.com/ Glery Lazuardi
Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Aditya Perdana 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski pemerintah pusat dan daerah telah melakukan pengendalian arus mudik di akhir bulan Ramadhan dengan baik, nyatanya ada kisaran 1,5 juta orang telah mudik. 

Di hari libur Lebaran pun, berbagai tempat wisata yang dikhawatirkan menimbulkan penumpukan orang secara besar-besaran telah terjadi. 

Sehingga hal tersebut membuat pemda kewalahan dan terpaksa menutup banyak tempat wisata hingga beberapa hari ke depan. 

Baca juga: Cegah Klaster Wisata Lebaran, Pantai Hingga Wisata Religi di Tangerang Ditutup Sementara

Berangkat dari situasi tersebut, Direktur Pusat Kajian Politik (Puskapol) FISIP Universitas Indonesia Aditya Perdana menilai, seyogyanya kepala daerah saat ini memiliki kesempatan terakhir nan penting dalam pengendalian lonjakan kasus Covid-19 di tahun ini. 

Berdasarkan prediksi Satgas Covid 19, lonjakan drastis tentu akan terjadi setelah Lebaran dan hal ini sepenuhnya ada di tangan Ketua Satgas daerah, dalam hal ini tentu kepala daerah

Sayangnya, Menkes mensinyalir ada beberapa pemerintah daerah melakukan tindakan yang tidak dibenarkan dalam laporan harian kasus Covid-19 untuk dapat berubah status menjadi hijau. 

Padahal, apabila laporan kasus harian Covid 19 tidak sesuai, maka ada potensi lonjakan yang dikhawatirkan oleh semua pihak. 

"Apabila situasi kasus Covid-19 tidak terkendali, maka tentu saja akan berdampak terhadap kinerja kepala daerah dalam menuntaskan programnya," kata Aditya Perdana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Layanan Operator Seluler Selama Lebaran Melonjak Hampir 40 Persen

Untuk itu, Aditya mencatat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh para kepala daerah apabila memang berniat untuk terus mempertahankan kepemimpinannya di era pandemi ini:

Pertama, kepala daerah memiliki otoritas yang penuh dalam melakukan pengendalian kasus Covid-19 di daerah masing-masing.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas