Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

OTT Menteri KKP

Saksi Diminta Edhy Prabowo Carikan Jam Tangan Mewah Rp 420 Juta Buat Kado Ultah Istrinya

Raisha lalu meminta pihak toko segera mengirim jam tangan pesanan Edhy Prabowo ke rumah dinas menteri di Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Saksi Diminta Edhy Prabowo Carikan Jam Tangan Mewah Rp 420 Juta Buat Kado Ultah Istrinya
Foto Kolase Tribun Jabar
Menteri KKP Edhy Prabowo bersama istrinya Iis Rosita Dewi yang juga anggota DPR dari Gerindra. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saksi bernama Raisha Syarfuan selaku pemilik salon kuku Grez Nailis dan mantan volunteer kampanye Pilpres Prabowo-Sandi membenarkan terdakwa Edhy Prabowo pernah minta dicarikan jam untuk kado ulang tahun istrinya, Iis Rosita Dewi.

Hal ini ia ungkap saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster untuk terdakwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (25/5/2021).

"Pernah (dihubungi Edhy), satu kali terkait mencari kado ultah istrinya. Jadi waktu itu saya dapat telepon pak Edhy nanya jam apa yang bagus untuk dibelikan kado istrinya," beber Raisha di persidangan.

Baca juga: Saksi Beberkan Edhy Prabowo Pindahkan 8 Unit Sepeda dari Rudin ke Rumah di Bogor

Raisha mengaku Edhy saat itu sudah punya rekomendasi sejumlah merek.

Namun ia juga diminta memberi rekomendasi lainnya.

Pilihan jatuh pada jam ber-strap biru dan rose gold.

Tapi saksi mengaku tak ingat merek dan tipenya.

Ia kemudian mengurus pembelian jam tersebut di sebuah butik di Mall Plaza Indonesia. 

Disampaikan Raisha, harga jam tangan itu berkisar Rp 410 - 420 jutaan sesudah diskon.

"Harganya itu seingat saya Rp 400 jutaan. Rp 410 atau 420 juta. Tapi kebetulan pembelian jam ada diskon," ujarnya.

Raisha lalu meminta pihak toko segera mengirim jam tangan pesanan Edhy Prabowo ke rumah dinas menteri di Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Edhy meminta agar jam tersebut dititipkan ke Amiril Mukminin selaku Sekretaris Pribadinya.

"Pak Edhy bilang oke, setelah itu saya minta toko dikirim. Lalu pak Edhy bilang serahkan ke Amiril," sambung Raisha.

Hanya, saat ditanya apakah pembelian jam tangan seharga ratusan juta itu sudah dibayar atau belum, Raisha tidak tahu.

"Saya nggak tahu. (Tapi pengiriman) Jadi dilakukan karena saya dapat WA pak Edhy kalau barang sudah diterima dan sudah diserahkan sebagai kado seperti rencana awal," jelasnya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas