Tribun

Airlangga Bangga Inggris Mengakui Komitmen Indonesia Dalam Menerapkan Pertanian Berkelanjutan

Airlangga Hartarto menerima kunjungan President Designate of the United Kingdom untuk COP26 (Climate Change Conference of the Parties), Alok Sharma

Editor: Adi Suhendi
Airlangga Bangga Inggris Mengakui Komitmen Indonesia Dalam Menerapkan Pertanian Berkelanjutan
Istimewa
Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menerima kunjungan President Designate of the United Kingdom untuk COP26 (Climate Change Conference of the Parties), Alok Sharma, Selasa (1/5/2021).  

Selain itu, bagaimana kedua pimpinan dapat memainkan perannya guna mengarahkan dialog tersebut untuk kepentingan terbaik bagi semua.

“Saya ingin menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk memperkuat dialog. Sebagai Co-chair, kita perlu berbagi visi dan pemahaman yang sama yang akan mengarah pada saling menguntungkan sebagai mitra yang setara,” kata Airlangga.

Baca juga: Menko Airlangga: Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Ekonomi Tumbuh Positif di 2021

Dunia sekarang dihadapkan pada berbagai tantangan yang diperparah pandemi global Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Karena itu, sangat penting untuk berkolaborasi guna memulihkan ekonomi dan mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan, termasuk menurunkan emisi karbon secara signifikan.

Penting bagi negara-negara peserta untuk memanfaatkan dialog FACT ini guna menemukan solusi umum dalam mengejar upaya untuk meningkatkan tujuan yang berkelanjutan, tanpa mengorbankan kebutuhan esensial untuk pemulihan ekonomi.

FACT Dialogue harus menemukan solusi holistik antara konsumen dan produsen negara-negara dalam sistem pertanian dan perdagangan komoditas secara keseluruhan.

Termasuk meningkatkan upaya keberlanjutan yang ada dan membuka jalan menuju inovasi.

Baca juga: Airlangga Hartarto Beberkan Penanganan Pandemi Covid-19 dari Sisi Ekonomi dan Kesehatan

Secara khusus, Airlangga menggarisbawahi bahwa kedua negara perlu bekerja untuk mencapai konsensus global di COP26 dalam Glasgow November mendatang. 

Diskusi dalam FACT Dialogue, menurut Airlangga, seharusnya memberi pemahaman yang lebih baik dari berbagai tantangan dan kompleks di depan.

“Kita harus bekerja ke arah kolaborasi dan kerja sama yang akan mengarah ke tindakan kolektif yang inklusif daripada berfokus pada perbedaan. Kita membutuhkan narasi baru di luar komoditas tertentu yang buruk, dan membantu menghadirkan gambaran yang seimbang tentang upaya konkret negara-negara produsen dalam mengembangkan pertanian dan perdagangan komoditas yang berkelanjutan,” kata Airlangga.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas