Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Seleksi Kepegawaian di KPK

Detik-detik Pegawai KPK Lolos TWK Ikuti Pelantikan, Sempat Diberi Peringatan dan Ingin Patuhi UU

Detik-detik pegawai KPK yang lolos TWK akhirnya ikuti pelantikan, sempat diberi peringatan, ancaman sanksi hingga ingin patuhi UU

Detik-detik Pegawai KPK Lolos TWK Ikuti Pelantikan, Sempat Diberi Peringatan dan Ingin Patuhi UU
Tangkap layar youtube Najwa Shihab
Penyidik KPK yang lolos TWK, Mu'adz D'fahmi dalam acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7 pada Rabu (2/5/2021) malam. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sempat meminta pelantikan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Selasa (1/6/2021) kemarin ditunda.

Penundaan tersebut merupakan bentuk solidarias para pegawai yang meminta pimpinan KPK untuk menyelesaikan terlebih dahulu polemik seleksi kepegawaian di KPK.

Satu di antara penyidik KPK yang lolos TWK, Mu'adz D'fahmi mengatakan ingin dilantik bersama 75 pegawai yang tidak lolos TWK.

Baca juga: Istana Lepas Tangan, 75 Pegawai KPK Ajukan Judicial Review ke MK

"Salah satu alasan supaya pelantikan kemarin ditunda supaya permasalahan teman-teman yang dinyatakan tidak lulus TWK diclearkan dahulu."

"Karena kami menuntut mereka ikut dilantik," kata Mu'adz dalam acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7 pada Rabu (2/5/2021) malam.

Dalam upayanya menunda pelantikan, Mu'adz bersama ratusan pegawai yang lolos TWK sempat mengirimkan surat kepada pimpinan KPK.

Penyidik KPK yang lolos TWK, Mu'adz D'fahmi dalam acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7 pada Rabu (2/5/2021) malam.
Penyidik KPK yang lolos TWK, Mu'adz D'fahmi dalam acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7 pada Rabu (2/5/2021) malam. (Tangkap layar youtube Najwa Shihab)

Bahkan, mereka juga menuliskan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pertama kami mengirimkan permintaan penundaan (kepada pimpinan), kami juga menulis surat terbuka kepada Presiden yang ditandatangani pada saat itu ada 585 orang," kata Mu'adz.

Kendati demikian, detik-detik menjelang pelantikan dilaksanakan, Mu'adz dan ratusan pegawai KPK yang lolos TWK akhirnya tetap mengikuti pelantikan.

Mu'adz mengatakan, pihaknya sempat diberi peringatan jika tidak mengikuti pelantikan.

Halaman
1234
Penulis: Inza Maliana
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas