Tribun

Bolehkan Menggunakan Jasa Debt Collector Dalam Islam? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Berikut penjelasan mengenai hukum menggunakan jasa debt collector menurut Islam, oleh Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Roykhatun N

Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Garudea Prabawati
Bolehkan Menggunakan Jasa Debt Collector Dalam Islam? Simak Penjelasannya Berikut Ini
BCA
Ilustrasi Utang | Berikut penjelasan mengenai hukum menggunakan jasa debt collector menurut Islam, oleh Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Roykhatun Nikmah, M.H. 

TRIBUNNEWS.COM - Akhir-akhir ini memang sedang marak kasus penagihan utang melalui debt collector.

Biasanya terjadi pada orang yang mempunyai utang di platform pinjaman online.

Parahnya para debt collector ini menagih utang secara memaksa bahkan mengancam.

Ancaman tidak hanya diberikan kepada para peminjam tapi juga kerabat dari peminjam yang sebenarnya tidak mengetahui masalah hutang tersebut.

Para dept collector ini biasanya mengancam akan menyebarkan data pribadi peminjam dan kerabatnya.

Lantas, bagaimana hukum menagih utang menggunakan debt collector ini. Apakah diperbolehkan?

Baca juga: Bolehkah Berutang di Pinjaman Online Menurut Islam? Ini Penjelasannya

Diperbolehkan Tapi Harus dengan Adab Menagih yang Baik

Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Roykhatun Nikmah, M.H mengatakan dalam Islam diperbolehkan untuk menggunakan jasa debt collector.

"Pada dasarnya menggunakan jasa debt collector atau penagih utang ini diperbolehkan. Jadi kita menggunakan jasanya, sebagai perwakilan dari si pemilik harta untuk menagih kepada seseorang yang berhutang," kata Roykhatun Nikmah dalam Program Oase di kanal Tribunnews.com, Jumat (4/6/2021).

Namun dosen yang kerap disapa Ika ini menekankan jika menggunakan jasa debt collector, maka perlu dilihat adab penagihannya.

  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas