Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

SHEBA Buat Program Restorasi Terumbu Karang Terbesar di Dunia

Terumbu karang layaknya hutan hujan tropis di laut merupakan tempat tinggal seperempat biota laut. Namun eksistensinya terancam akibat ekspoitasi.

SHEBA Buat Program Restorasi Terumbu Karang Terbesar di Dunia
istimewa
Penanaman terumbu karang di dasar laut 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terumbu karang layaknya hutan hujan tropis di laut merupakan tempat tinggal bagi seperempat biota laut.

Namun, keberadaan terumbu karang terancam oleh eksploitasi berlebih. 

Di antaranya seperti praktik penangkapan ikan yang destruktif, polusi, dan perubahaan iklim. Para ilmuwan memperkirakan jika tidak ada tindakan nyata, 90% populasi terumbu karang tropis di dunia akan lenyap pada 2043. 

Padahal menurut laporan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), mengungkapkan jika hampir 500 juta orang menggantungkan hidupnya pada terumbu karang. Di antaranya sebagai sumber makanan, sumber pendapatan dan perlindungan bagi daerah di pesisir.

Baca juga: Terumbu Karang Diprediksi Terancam Punah Tahun 2043, Restorasi Dilakukan untuk Mencegahnya

Hal ini yang mendorong SHEBA yang merupakan bagian dari MARS Incorporated untuk membuat program mencegah terjadinya ancaman global ini. 

Berkolaborasi dengan masyarakat Pulau Bontosua di Sulawesi, SHEBA membuat program restorasi terumbu karang terbesar di dunia, yaitu Hope Reef. 

"Dengan berinvestasi dalam kegiatan restorasi seperti Hope Reef, kami ingin memperlihatkan bahwa ancaman terhadap habitat dan keanekaragaman hayati dapat diatasi. Sebagai ekosistem laut yang paling beragam, terumbu karang adalah inti dari upaya kami,"ungkap Country Director, Mars Pet Nutrition Indonesia, Dr Susan Wan, dalam konferensi pers, Selasa (8/6/2021).

Hope Reef diharapkan menjadi awal dari upaya restorasi yang lebih besar lagi. Dengan tujuan, gerakan restorasi terumbu karang dalam skala besar yang relevan secara ekologis. 

Program ini menggunakan struktur Reef Star yaitu media buatan tangan, dirangkai di bawah air dan membentuk bagian inti dari Mars Assisted Reef Restoration System (MARRS). Pembuatan Reef Star dilakukan oleh masyarakat setempat menggunakan bahan lokal. 

Program ini juga didukung oleh bantuan pemerintah, universitas, bisnis dan LSM. Program Hope Reef sendiri telah dimulai oleh Mars, Incorporated pada 2019.  

Hingga tahun 2029, SHEBA bersama Mars, Incorporated mempunyai misi untuk merestorasi beberapa gugusan terumbu karang di dunia. Totalnya yaitu mencapai 185.000meter persegi – atau lebih dari 1,5x luas dari Lapangan Karebosi di Makasar. 

Dari program ini, menurut dr Susan, telah membawa dampak yang cukup baik. Setidaknya perairan di pulau Bontosua telah berangsur membaik dari 5% menjadi 55%. Selain itu populasi ikan di sekitarnya pun meningkat hingga 300%. Spesies lain, seperti hiu dan penyu pun telah banyak yang kembali.

Selain itu, program ini turut mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi. Caranya mudah, hanya dengan menonton “The Film That Grows Coral” di Youtube, telah membantu restorasi terumbu karang. Dimana hasil yang didapatkan dari setiap view akan digunakan untuk mendanai program restorasi terumbu karang.  

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas