Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bursa Capres

Anies Bertemu Ridwan Kamil di Sumedang, Pengamat: Keduanya Sulit Berpasangan di Pilpres 2024

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta Ujang Komarudin menilai pertemuan keduanya hanyalah silaturahmi politik biasa.

Anies Bertemu Ridwan Kamil di Sumedang, Pengamat: Keduanya Sulit Berpasangan di Pilpres 2024
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri acara syukuran atau haul memperingati 100 tahun lahirnya Presiden RI ke-dua Jenderal Besar TNI HM Soeharto di Masjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021). 

Mengawali agenda, Anies-Ridwan Kamil mengikuti salat Subuh berjamaah di Mesjid Agung Sumedang, didampingi Dony dan Sekda Sumedang Herman Suryatman.

Keduanya kompak mengenakan baju koko warna hitam. Seusai salat Subuh, keduanya melepaskan diri dari rombongan untuk sarapan kuliner khas Sumedang.

Di rumah makan Tahu Sumedang Palasari, Sumedang, Jawa Barat, mereka duduk hanya berdua, menyantap tahu sumedang, lontong, dan teh.

Keduanya tertangkap kamera berbincang serius.

Momen kedekatan di tengah mulai hangatnya peta Pilpres 2024 ini menegaskan pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebelumnya yang menyebut hubungan personal dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sangat terjaga dengan baik sejak lama.

Ridwan Kamil menyebut hubungan antara dirinya dan Anies sangat baik.

Keduanya sudah terbiasa saling mengapresiasi kinerja masing-masing. Namun memang jarang terekspos.

Dan kini, mereka tertangkap kamera dalam momen penuh keakraban dan kedekatan.

“Entah kenapa oleh media, saling menyapa hari ini selalu ditafsir selalu ada hubungannya dengan (Pilpres) 2024. Padahal sebelumnya juga sama. Kita WA-an. Pak anies ulang tahun saya posting,” katanya Kamis (3/6/2021).

“Dengan pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah), saya main. Saling mengapresiasi, kan, bagus daripada saling diam atau saling mengkritisi tanpa kejelasan. Budaya saling menguatkan sesama pemimpin harus dibangun,” katanya.

Halaman
123
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas