Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

OTT Menteri KKP

Jaksa Tanya Staf Khusus Edhy Prabowo Alasan 24 Perusahaan Tak Kunjung Ekspor Benur

Dalam perkara ini, Edhy Prabowo didakwa menerima suap senilai Rp25,7 milar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK.

Jaksa Tanya Staf Khusus Edhy Prabowo Alasan 24 Perusahaan Tak Kunjung Ekspor Benur
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan suap izin ekspor benih lobster (benur) untuk terdakwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Selasa (15/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan suap izin ekspor benih lobster (benur) untuk terdakwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Selasa (15/6/2021).

Sidang hari ini beragendakan pemeriksaan terdakwa Edhy Prabowo.

Selain itu sidang hari ini juga beragendakan pemeriksaan Staf Khusus Edhy Prabowo, Andreau Misanta Pribadi, yang juga terdakwa dalam kasus serupa.

Keterangan Staf Khusus Edhy Prabowo, Andreau Misanta Pribadi jadi yang pertama diperdengarkan.

Keterangan Andreau diperdengarkan untuk digunakan dalam kasus dugaan suap yang menyeret Edhy Prabowo.

Dalam sidang ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengonfirmasi sejumlah hal ke Andreau.

Baca juga: Saweran Rp 66 Juta Edhy Prabowo Kepada Pedangdut Betty Elista Terungkap Dalam Persidangan

Salah satu yang dikonfirmasi mengenai 24 dari 65 perusahaan yang sudah mendapat lampu hijau atau mengantongi izin ekspor benur, tapi justru tidak melakukan kegiatan tersebut.

Padahal berdasarkan kesaksian Andreau, ada 72 perusahaan yang sudah mendapat izin budidaya. Kemudian 65 perusahaan diantaranya dinyatakan lolos dan mengantongi izin ekspor.

Namun hanya 41 dari 65 perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor.

Jaksa kemudian menanyakan apa alasan 24 perusahaan tersebut belum juga melakukan ekspor benur.

Halaman
123
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas