TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Setuju Jalan Pesepeda Dibongkar, Kapolri akan Lakukan Studi Banding ke Negara Lain

Setuju jalan permanen pesepeda dibongkar, Kapolri akan lakukan studi banding ke negara lain terkait pengaturan jalan bagi pesepeda.

Setuju Jalan Pesepeda Dibongkar, Kapolri akan Lakukan Studi Banding ke Negara Lain
Tangkapan Layar Youtube DPR RI
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Rabu (16/6/2021). - Setuju jalan permanen pesepeda dibongkar, Kapolri akan lakukan studi banding ke negara lain terkait pengaturan jalan bagi pesepeda. 

Sebelumnya, di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Ahmad Sahroni minta Kapolri untuk kaji ulang jalan permanen untuk pesepeda di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta.

Sahroni khawatir jalanan itu nantinya akan menimbulkan isu diskriminasi bagi kalangan pesepeda.

Permintaan Sahroni ini berkaitan dengan isu perpecahan komunitas pesepeda di Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Mohon kiranya pak Kapolri evaluasi tentang jalur permanen peseda di Jalan Sudirman-Thamrin."

"Jangan sampai ada isu diskriminasi baik sepeda road bike atau sepeda seli. Sampai terjadi kemaren ada memecah belah perkataan yang tidak pantas disampaikan oleh komunitas," ucap Sahroni.

Baca juga: Aturan Bersepeda di Jalan Raya Menurut Peraturan Menhub No 59 Tahun 2020

Ahmad Sahroni Rabu 1662021
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Ahmad Sahroni minta Kapolri untuk mengevaluasi hingga bongkar jalan permanen pesepeda di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Ia menyayangkan, jalan yang harusnya digunakan semua masyarakat malah akan menimbulkan diskriminasi bagi pengguna jalan lainnya.

"Sayang disayang bahwa ini adalah jalan umum, yang para pesepeda pada saat sekarang hanya makan waktu 2 jam. 22 jam dipakai pengguna lain."

"Jangan sampai jalur permanen ini, nanti semua pelaku hobi motor minta juga ke pemerintah, jalur khusus untuk harley atau super bike," kata Sahroni.

Oleh karena itu, Sahroni meminta jajaran Kapolri untuk mengkaji bahkan membongkar jalan permanen pesepeda di kawasan Jakarta-Thamrin itu.

"Mohon kiranya pak Kapolri dengan jajarannya, untuk menyikapi jalur permen dikaji ulang."

"Bila perlu, dibongkar dan semua pelaku jalan bisa menggunakan jalan tersebut. Bila mana ada resiko ditanggung masing-masing," terang Sahroni.

(Tribunnews.com/Shella Latifa)

Berita terkait DKI Jakarta lainnya

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas