Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2024

Pengamat Sebut Capres Etnis Jawa Masih Akan Dominan di Pilpres 2024, Ini Alasannya

Jamiluddin Ritonga mengatakan calon presiden dari etnis Jawa masih akan dominan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Pengamat Sebut Capres Etnis Jawa Masih Akan Dominan di Pilpres 2024, Ini Alasannya
Kompas.com/Ferganata Indra Riatmoko
Ilustrasi: Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan calon presiden dari etnis Jawa masih akan dominan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. ini alasannya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan calon presiden dari etnis Jawa masih akan dominan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Sebab selama ini, kata Jamiluddin, Presiden Indonesia selama ini didominasi dari etnis Jawa.

Hanya BJ Habibie dan Megawati Soekarno Putri yang berasal dari etnis campuran.

Baca juga: Sahabat Ganjar Dorong Gubernur Jawa Tengah Maju dalam Pilpres 2024 Mendatang

"Terpilihnya BJ Habibie dan Megawati menjadi presiden bukan atas pilihan rakyat secara langsung," ujar Jamiluddin, ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (21/6/2021).

Dia menjelaskan bahwa Habibie menggantikan Soeharto karena secara konstitusi memang harus digantikan oleh wakilnya.

Baca juga: Masuk dalam Top King/Queen Maker Pilpres 2024, Airlangga Dinilai Tetap Amanah Atasi Covid-19

Begitu juga Megawati yang menggantikan Abdurahman Wahid (Gus Dur) melalui Sidang Umum MPR RI.

"Jadi, presiden mulai dari Soekarno, Soeharto, dan Gus Dur dipilih melalui MPRS/MPR serta Soesilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo yang dipilih secara langsung oleh rakyat semuanya etnis Jawa," kata dia.

Jamiluddin mengatakan dominannya pemimpin dari etnis Jawa secara umum bisa dijelaskan dari dua hal.
Pertama, penduduk Indonesia dominan etnis Jawa. Karena itu, antara pemilih dengan yang dipilih ada kesamaan dilihat dari etnisnya.

Baca juga: PROFIL M Qodari yang Jadi Trending Twitter, Pernah Deklarasikan Jokowi-Prabowo untuk Pilpres 2024

"Dalam model komunikasi konvergensi, kesamaan itu akan memudahkan terjadinya komunikasi yang efektif. Konvergensi inilah yang membuat pemilih akan cenderung memilih calonnya dari etnis yang sama," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas