Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Rudapaksa di Kantor Polisi

Oknum Polisi Perkosa Remaja 16 Tahun di Polsek, Pengamat Sebut Pentingnya CCTV di Ruang Pemeriksaan

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, mengomentari kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum polisi di Jailolo Selatan.

Oknum Polisi Perkosa Remaja 16 Tahun di Polsek, Pengamat Sebut Pentingnya CCTV di Ruang Pemeriksaan
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi korban pemerkosaan. 

TRIBUNNEWS.COM - Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, turut mengomentari kasus pemerkosaan remaja 16 tahun yang dilakukan oleh oknum polisi di Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara, beberapa waktu lalu.

Diketahui oknum polisi tersebut berinisial Briptu II.

"Situasi perkosaan tersebut menjadi alasan bagi keharusan adanya CCTV di ruang pemeriksaan," ungkap Reza kepada Tribunnews.com, Selasa (23/6/2021).

"Tidak hanya untuk memantau gerak-gerik tersangka pelaku yang tengah diperiksa, tapi (CCTV) juga sekaligus mencegah adanya tindak-tanduk tak profesional dari petugas," lanjutnya.

Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel
Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel (Tangkap layar kanal YouTube Baitul Maal Hidayatullah)

Baca juga: Remaja 16 Tahun Dirudapaksa Mantan Pacar, Pelaku Sengaja Datangi Kos Korban Pura-pura Numpang Ngopi

Reza juga menyoroti adakah dugaan perbuatan pelaku dipengaruhi minuman keras atau narkoba.

"Aksi pemerkosaan yang dilakukan sedemikian ekstrem sekaligus janggal itu patut diduga dilakukan oleh orang yang berada di bawah pengaruh narkoba atau miras, ini perlu dicek," kata Reza.

Yang paling mendasar, lanjut Reza, benarkah sudah terjadi perkosaan dan bagaimana hasil visumnya.

"Tanpa UU Penghapusan Kekerasan Seksual, UU Perlindungan Anak pun sudah memadai untuk menjerat si pelaku sekaligus menjamin perlindungan khusus bagi korban."

"Termasuk pemberatan sanksi bagi pelaku, mengingat dia adalah aparat penegakan hukum," ungkap Reza.

Baca juga: UPDATE Dugaan Pelecehan Seksual Gofar Hilman, LBH Harap Kasus Bisa Dibawa ke Ranah Hukum

Kronologi Kejadian

Ilustrasi
Ilustrasi (Trubun Lampung/Dody Kurniawan)
Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas