Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Dieksekusi, Pembalak Hutan Adelin Lis Menghuni Penjara Maximum Security

Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya mengeksekusi terpidana kasus pembalakan liar, Adelin Lis ke Lembaga Pemasyarakatan

Dieksekusi, Pembalak Hutan Adelin Lis Menghuni Penjara Maximum Security
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Terpidana Adelin Lis dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas II A. Gunung Sindur Kabupaten Bogor. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya mengeksekusi terpidana kasus pembalakan liar, Adelin Lis ke Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Terpidana kasus pembalakan liar itu dieksekusi usai ditangkap dari pelariannya di Singapura dan menjalani masa isolasi mandiri selama beberapa hari di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Agung.

”Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan swab antigen terakhir, dimana terpidana dinyatakan sehat, Jaksa pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung memindahkan Terpidana Adelin Lis dari Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung ke Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Kabupaten Bogor,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawan dalam keterangan tertulis, Senin (28/6).

Baca juga: Setelah Adelin Lis, Kini Kejagung Eksekusi Buronan Hendra Subrata dari Singapura

Leonard menjelaskan, Adelin akan menjalani masa hukumannya selama 10 tahun penjara di Lapas dengan pengamanan maksimal alias maximum security.

Hal tersebut dilakukan lantaran Adelin merupakan buronan dengan risiko tinggi yang selalu kabur dari kejaran aparat. Terhitung, dia lari sebanyak dua kali yakni pada 2006 dan 2008.

"Pertimbangan pelaksanaan hukuman bagi Terpidana Adelin Lis ke dalam lapas dengan pengamanan maksimal tersebut mengingat terpidana merupakan buronan dengan risiko tinggi yang pernah melarikan diri dari rutan sebanyak 2 kali yakni pada tahun 2006 dan pada tahun 2008," kata Leonard.

Baca juga: Imigrasi Ungkap Kronologi Pembuatan Paspor Adelin Lis Hingga Ganti Nama Jadi Hendro Leonardi

Setelah tertangkap, tim Kejaksaan juga melakukan pelacakan aset milik terpidana Adelin di Kota Medan, Sumatera Utara untuk disita dan mengganti kerugian keuangan negara.

Dalam pelacakan itu, tim menemukan tiga harta tanah dan bangunan yang berstatus hak guna bangunan atas nama terpidana Adelin Lis di Kota Medan.

Sementara di luar aset itu penyidik pada Polda Sumatera Utara sebelumnya juga telah menyita sejumlah aset milik Adelin saat masih berstatus sebagai tersangka.

Baca juga: Polri Serahkan Penanganan Perkara Paspor Palsu Adelin Lis Kepada Pihak Imigrasi

Total, ada Rp2,5 miliar uang yang berhasil dilelang dan disetor ke kas negara.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas