Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Demi Keadilan dan Kesempatan Kerja, TB Hasanuddin Desak Pemerintah Kurangi Tenaga Kerja Asing

Legislator PDI Perjuangan (PDIP) itu mengingatkan konflik yang pernah terjadi saat TKA berada di Indonesia.

Demi Keadilan dan Kesempatan Kerja, TB Hasanuddin Desak Pemerintah Kurangi Tenaga Kerja Asing
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ditolak petugas pihak Polres Lebak saat ingin mendapatkan vaksinasi Covid-19 di asrama polisi Rangkasbitung, Lebak, Senin (28/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menegaskan, sudah saatnya penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dikurangi terutama bila kemampuan yang dibutuhkan dapat dilakukan oleh warga setempat.

Dia juga mendesak Dirjen Imigrasi agar lebih aktif lagi dalam menertibkan izin masuk.

"Jangan ada lagi kasus TKA hanya dengan visa kunjungan. Karena bila TKA ini tidak ditertibkan akan memicu munculnya kecemburuan sosial akan meledak lebih besar lagi. Dan ini bukan saya rasis tapi masalah keadilan," kata Hasanuddin kepada wartawan, Jumat (2/7/2021).

Baca juga: Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Selama PPKM Darurat, KSPI Ingatkan Jangan Ada Ledakan PHK

Legislator PDI Perjuangan (PDIP) itu mengingatkan konflik yang pernah terjadi saat TKA berada di Indonesia.

Satu diantaranya adalah insiden pemukulan terhadap seorang tenaga kerja lokal di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Pelaku pemukulan diketahui seorang pekerja asing (TKA) China berinisial FZH.

Baca juga: Kasus Corona Meningkat, Pimpinan DPR Ingatkan Pemerintah Jaga Stok Obat dan Alat Kesehatan

Meski insiden itu berujung damai, Hasanuddin mengingatkan agar kejadian serupa tak terulang, dengan mengurangi jumlah TKA.

"Insiden ini bukan pertama kali, tapi sudah seringkali terjadi konflik di daerah dengan TKA," pungkasnya.

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas