Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Polisi Ciduk Pemalsu Surat Hasil Antigen di Batam, Polisi: Jangan Manfaatkan Situasi

Modus operandi yang dijalankan pelaku adalah membuat surat rapid test antigen palsu dengan menggunakan kop dan cap stempel klinik kesehatan di Batam.

Polisi Ciduk Pemalsu Surat Hasil Antigen di Batam, Polisi: Jangan Manfaatkan Situasi
TribunBatamid/Alamudin
Pemaparan penangkapan seorang perempuan yang diduga memalsu surat rapid test antigen di Batam oleh Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Petugas Sub Direktorat  3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri menangkap seorang perempuan berinisial DSH (36) yang diduga memalsukan surat keterangan hasil tes antigen Covid-19 menggunakan kepala surat dan stempel sebuah klinik kesehatan di Kota Batam.

Polisi menangkap DSH di sebuah supermarket di Batam, Sabtu (26/6/2021).

DSH merupakan karyawan sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di kota Batam. Modus operandi yang dia jalankan adalah dengan membuat surat rapid test antigen palsu dengan menggunakan kop dan cap stempel klinik kesehatan di Kota Batam sebagai persyaratan pelamar kerja.

Surat keterangan hasil antigen Covid-19 itu dia gunakan sebagai dokumen pendukung para pelamar pekerjaan yang disalurkannya.

"Pelaku telah membuat surat rapid tes antigen palsu sebanyak 20 lembar yang digunakan sebagai persyaratan melamar kerja sejak bulan Maret 2021 hingga sekarang Juni 2021," ungkap Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar di Batam.

Baca juga: Covid-19 Mengganas, Warga Ramai Datangi Klinik yang Tawarkan Jasa Swab Test Murah

Dikutip dari Tribun Batam, dalam pengusutan kasus ini, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu komputer jinjing, dua stempel klinik dan dokter, satu mesin cetak, empat lembar surat antigen yang diduga palsu.

Baca juga: Buntut Pengambilan Paksa Jenazah Bocah Pasien Covid-19 dari RSUP Leimena Ambon, 90 Orang Dites Swab

Polisi menjerat pelaku dengan pasal 263 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama enam tahun. Dalam kesempatan itu, pihaknya mengimbau masyarakat Kepri mengikuti aturan pemerintah.

Lakukan Seorang Diri

Panit Subdit III Dit Reskrimum Polda Kepri Iptu M Darma Ardiyaniki mengatakan, dari hasil penyelidikan pelaku melakukan perbuatannya sendirian tanpa bantuan orang lain.

"Pelaku menggunakan cap dan stempel palsu salah satu klinik di Kota Batam. Untuk korban yang dirugikan adalah klinik kesehatan tersebut," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas