Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bursa Capres

Survei Voxpol Center : 73,7% Responden Tolak Masa Jabatan 3 Periode untuk Presiden

Hanya 22,6% pemilih yang setuju wacana presiden 3 periode. Sedangkan 3,7% sisanya tidak menjawab.

Survei Voxpol Center : 73,7% Responden Tolak Masa Jabatan 3 Periode untuk Presiden
Tangkap Layar YouTube/Najwa Shihab
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, mengenakan kaus bergambar Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto saat hadir dalam program Mata Najwa, Kamis (18/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga survei Voxpol Center merilis hasil survei terkait wacana penambahan masa jabatan presiden-wakil presiden menjadi tiga periode.

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan hasil survei menunjukkan 73,7% pemilih menolak wacana Jokowi menjadi presiden untuk periode ketiganya.

Hanya 22,6% pemilih yang setuju wacana presiden 3 periode. Sedangkan 3,7% sisanya tidak menjawab.

"Mayoritas pemilih atau 73,7 persen menolak adanya wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode, hanya 22,6 persen yang setuju dengan wacana ini dan sisanya 3,7 persen tidak menjawab," ujar Pangi, dalam rilis survei secara daring, Sabtu (3/7/2021).

“Ini artinya wacana yang digulirkan sebagian kalangan untuk mendorong presiden Joko Widodo untuk kembali dipilih sebagai presiden mendapat penolakan dari kalangan masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga: Survei Voxpol Center: Elektabilitas Gerindra Tertinggi, Diikuti PDIP dan PKS

Pangi juga mengungkap alasan-alasan mayoritas pemilih menolak wacana Masa jabatan presiden tiga periode itu.

Antara lain penambahan masa jabatan presiden merupakan kemunduran demokrasi sebesar 33,4 persen.

Selanjutnya regenerasi kepemimpinan nasional akan terhambat atau mandeg sebesar 28,2 persen.

Selain itu, masyarakat juga khawatir wacana presiden 3 periode sebagai tanda menguatnya korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) dan oligarki (9,9 persen).

"Ada pula kekhawatiran wacana itu bentuk pengkhianatan demokrasi (8,7 persen) dan upaya untuk menjebak presiden (4,6 persen)," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas