Tribun

Sikap Rektor UI Rangkap Jabatan Dinilai Memalukan, Arteria Dahlan: Kok Masih Mau Jadi Komisaris BUMN

Arteria Dahlan menilai sikap Rektor UI Ari Kuncoro yang rangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN adalah hal memalukan.

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Whiesa Daniswara
zoom-in Sikap Rektor UI Rangkap Jabatan Dinilai Memalukan, Arteria Dahlan: Kok Masih Mau Jadi Komisaris BUMN
Fitri Wulandari
Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro dalam acara Dialog Nasional VII Pemindahan Ibu Kota Negara bertajuk 'Membangun Kualitas Kehidupan Sosial Budaya', di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (25/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Sikap Rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro, rangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama BRI, dinilai Arteria Dahlan sebagai hal yang memalukan.

Tak hanya itu, anggota Komisi III DPR RI ini menilai apa yang dilakukan Ari tak sesuai nilai-nilai UI.

Menurutnya, jabatan Ari sebagai Rektor UI adalah posisi politik tertinggi.

Karena itu, kata Arteria, tak seharusnya Ari bersedia merangkap jabatan sebagai Komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Masa iya sih dia itu Presiden Republik UI, posisi politik yang sangat tinggi, kok masih mau ambil jabatan komisaris BUMN yang notabene anak buah seorang menteri. Saya sih merasa terlecehkan," kata politisi PDIP dalam keterangannya, Rabu (21/7/2021), dilansir Tribunnews.

Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan saat mengunjungi Mabes Polri, Senin (6/7/2020)
Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan saat mengunjungi Mabes Polri, Senin (6/7/2020) (Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Baca juga: Rektor UI Ari Kuncoro Dinilai Tetap Tak Sah Rangkap Jabatan meski Aturan Diubah

Baca juga: PP Rangkap Jabatan Rektor UI Diubah, Ahli: Yang Keliru Perilaku Pejabatnya, tapi Aturan yang Diubah

Lebih lanjut, Arteria mengatakan seharusnya Ari mundur dari jabatannya sebagai Rektor UI jika memiliki keinginan lainnya.

"Yang bersangkutan harusnya mundur aja jadi rektor kalau punya keinginan lain."

"Ngurusin UI saja kalau benar-benar diurus itu waktunya sangat kurang, apalagi kalau harus berbagi perhatian walau jadi komisaris sekalipun," bebernya, dilansir Kompas.com.

Tak hanya menyoroti sikap Ari Kuncoro, Arteria Dahlan juga menyayangkan sikap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, serta Menteri BUMN, Erick Thohir.

Karena, Nadiem dan Erick tak mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan polemik rangkap jabatan Ari.

"Kasihan Pak Jokowi direpotkan untuk urusan-urusan yang seperti ini, padahal punya pembantu-pembantu yang harusnya bisa menjaga hal seperti ini tidak terjadi," tandasnya.

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono.
Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. (Tangkap layar YouTube Najwa Shihab)

Sementara itu, mantan Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono, meminta Ari mundur sebagai Rektor UI jika ingin mempertahankan jabatan Komisaris BUMN.

"Saya minta rektor UI mundur saja dari sebagai rektor kalau mau jadi komisaris BUMN," ujarnya, Kamis (22/7/2021), dilansir Tribunnews.

Menurutnya, seorang Rektor UI tak perlu menjabat sebagai komisaris di BUMN.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas