Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Mahfud MD: Belakangan Ini Ada Gejala Penodaan Ikatan Kebangsaan Dilakukan Secara Demokratis

Mahfud mengatakan demokrasi yang seharusnya menjadi penguat bagi ikatan kebangsaan belakangan ini justru destruktif terhadap kokohnya kebangsaan itu. 

Mahfud MD: Belakangan Ini Ada Gejala Penodaan Ikatan Kebangsaan Dilakukan Secara Demokratis
Tribunnews.com/Gita Irawan
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan belakangan ini ada gejala penodaan ikatan kebangsaan di Indonesia yang dilakukan melalui proses-proses demokratis.

Mahfud mengatakan demokrasi yang seharusnya menjadi penguat bagi ikatan kebangsaan belakangan ini justru destruktif terhadap kokohnya kebangsaan itu. 

Ia mengungkapkan hasil index demokrasi Indonesia turun. 

Padahal, kata dia, pemilu sebagai indikator dianggap bagus meski gaduh.

Hal itu karena ribut-ribut saat pemilu, lanjut dia, selesai setelah pemungutan suara ataupun diselesaikan di Mahkamah Konsitusi.

Namun demikian, aspek yang menbuat index demokrasi di Indonesia turun adalah rendahnya budaya politik di tengah masyarakat. 

Munculnya intoleransi, tindak kekerasan, merasa benar sendiri, hoaxlah, kata dia, yang sekarang destruktif terhadap kehidupan di Indonesia.

Sehingga, lanjut Mahfud, apapun yang dilakukan pemerintah akan menjadi salah tanpa disiplin bahwa hasil yang sudah dirembukkan dan diputuskan untuk dikerjakan bersama-sama.

Baca juga: Mahfud MD Dapat Dukungan PBNU dan KWI Bantu Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

Hal tersebut diungkapkannya dalam Seminar Memperingati 50 Tahun CSIS Indonesia bertajuk "Meneguhkan Kebangsaan, Demokrasi, dan Kesejahteraan" yang disiarkan di kanal Youtube CSIS Indonesia pada Senin (26/7/2021)."Dengan kata lain pada saat ini ada gejala bahwa penodaan terhadap ikatan kebangsaan dilakukan melalui proses-proses yang secara formal-konstitusional demokratis," kata Mahfud.

Ia mencontohkan gejala-gejala tersebut misalnya muncul dalam polemik terkait Presidential Threshold atau ambang batas perolehan suara dalam pemilihan presiden.

Halaman
123
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas