Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Dino Patti Djalal Sebut Komitmen RI Atasi Krisis Iklim Tidak Berani dan Pasif

Dino juga menanggapi dokumen Long Term Strategy on Climate Resilience yang menyebutkan net zero emissions di tahun 2060.

Dino Patti Djalal Sebut Komitmen RI Atasi Krisis Iklim Tidak Berani dan Pasif
Tangkap layar youtube Kompas TV
Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus Mantan Dubes RI untuk Amerika serikat Dino Patti Djalal. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyayangkan sikap pemerintah Indonesia (RI) khususnya Kementerian lingkungan hidup (KLH) yang pasif dan terkesan tidak berani untuk mengatasi krisis iklim di dalam negeri.

Pasalnya, komitmen iklim Indonesia atau nationally determined contribution (NDC) tidak berubah.

Pada 21 Juli yang lalu, Indonesia memang telah melakukan pembaruan atau updated NDC dan menyampaikan Long-term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience 2050 kepada UNFCCC mengenai target pengurangan emisi Indonesia sesuai dengan Perjanjian Paris.

Namun menurut eks Wamenlu itu pada dasarnya NDC yang baru ini tidak menetapkan target baru.

“Target Indonesia masih di 29% emissions cut di tahun 2050 dan 41% dengan bantuan internasional. Tidak sesuai dengan rekomendasi IPCC dan ilmiah yaitu 50% emissions cut di tahun 2050,” kata Dino di webinar FPCI terkait iklim, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Menteri LHK Siti Nurbaya: G20 Menjadi Katalis Global Pencapaian SDGs dan Pemulihan Lingkungan

Dino juga menanggapi dokumen Long Term Strategy on Climate Resilience yang menyebutkan net zero emissions di tahun 2060.

Dokumen itu menurutnya belum mengadopsi secara resmi target tahun 2060.

“Perlu digarisbawahi bahwa ini masih ‘exploring opportunity,’ belum mengadopsi secara resmi target tahun 2060,” kata Dino.

“Angka 2060 masih sekedar aspirasi belaka. Jika target 2060 ini diresmikan pun, masih terlambat 10 tahun dari rekomendasi IPCC,” lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas