Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

11 Warga Sumatera Utara Jalan Kaki ke Jakarta untuk Minta Jokowi Tutup PT Toba Pulp Lestari

Sebelas warga Sumatera Utara yang menamakan diri TIM 11 Ajak Tutup TPL melakukan aksi jalan kaki dari Sumatera Utara ke Jakarta.

11 Warga Sumatera Utara Jalan Kaki ke Jakarta untuk Minta Jokowi Tutup PT Toba Pulp Lestari
Dokumentasi pribadi Tim 11
Aktivis lingkungan Danau Toba saat diswab antigen ketika hendak jalan kaki menuju Istana Negara untuk menyuarakan penutupan PT TPL 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebelas warga Sumatera Utara yang menamakan diri TIM 11 Ajak Tutup TPL melakukan aksi jalan kaki dari kawasan Makam Raja Sisingamangaraja XII, Kota Balige, Sumatera Utara ke Jakarta.

Aksi tersebut dilakukan sejak 14 Juni lalu.

Setelah lebih dari 1.700 kilometer melangkahkan kaki, sebelas orang ini akhirnya tiba di Jakarta pada 27 Juli 2021 atau 44 hari menempuh perjalanan.

Togu Simorangkir, seorang dari sebelas orang tersebut, mengatakan bahwa aksi yang dilakukannya untuk meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menutup PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Sebab, menurut mereka keberadaan PT TPL telah merusak lingkungan dan menyusahkan kehidupan masyarakat adat setempat.

"Misi aksi ini untuk penyadaran dan kampanye kepada publik bahwa Danau Toba, Tano Batak tidak dalam keadaan baik-baik saja," ujar Togu Simorangkir, dalam konferensi pers 'Aliansi Gerak #TutupTPL, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Pimpinan Komisi VI Minta Satgas Investasi Periksa dan Berikan Sanksi PT TPL

Togu menjelaskan Aksi Jalan Kaki (Ajak) Tutup PT TPL ini merupakan akumulasi atas berbagai peristiwa yang dialami masyarakat adat Batak terkait keberadaan PT TPL.

Menurutnya, puncak peristiwa terjadi pada 18 Mei 2021 lalu saat masyarakat adat Natumingka, Kabupaten Toba, mengalami kekerasan karena mempertahankan tanah mereka yang hendak ditanami pekerja PT TPL.

"Aksi ini bentuk kegeraman dan kemuakan terhadap TPL yang selalu semena-mena terhadap masyarakat adat," kata Togu.

Baca juga: Komnas HAM Akan Komunikasi dengan Polisi dan Kementerian LHK Terkait Aduan Masyarakat Soal PT TPL

Terkini, TIM 11 Ajak Tutup TPL masih menunggu waktu untuk bertemu dengan Presiden Jokowi.

Wakil Ketua Dewan Nasional Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Abdon Nababan, mengatakan surat permintaan audiensi telah dikirim ke Presiden Jokowi pada Senin (26/7/2021).

Menurut Abdon, surat juga telah tercatat dalam sistem elektronik di Kementerian Sekretariat Negara.

"Kami tinggal menunggu waktu bapak presiden yang sangat rendah hati, mau berdialog langsung dengam rakyatnya," ujar Abdon.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas