Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Luhut Ungkap Limbah Medis Covid-19 Capai 18 Juta Ton: Sangat Membahayakan, Kita Butuh Kerja Cepat

Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap adanya peningkatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (limbah B3) Medis Covid-19 pada bulan Juli ini.

Luhut Ungkap Limbah Medis Covid-19 Capai 18 Juta Ton: Sangat Membahayakan, Kita Butuh Kerja Cepat
Tribunnews.com/Rina Ayu
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual, Sabtu (3/7/2021). - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan limbah medis Covid-19 meningkat, capai 18 Juta Ton: Sangat Membahayakan, Kita Butuh Kerja Cepat. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap adanya peningkatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (limbah B3) Medis Covid-19 pada bulan Juli ini.

Luhut mengatakan, limbah medis itu berjumlah mencapai 18 juta ton.

Oleh karena itu, ia meminta kementerian/lembaga terkait untuk sesegera mungkin menangani limbah medis ini.

"Peningkatan limbah B3 medis mencapai perkiraan 18 juta ton bulan ini, sangat membahayakan buat kita semua," ucap Luhut dalam rapat koordinasi, dikutip dari siaran pers Kemenko Marves, Kamis (29/7/2021).

"Kita butuh kerja cepat dan bantuan dari semua pihak, tidak ada waktu main-main, kita langsung eksekusi saja," imbuhnya.

Baca juga: Gubernur Arinal Apresiasi Partai Gerindra, Bantu Pemprov Lampung Tangani Pandemi Covid-19

Menurut Luhut, untuk menurunkan laju limbah medis ini dengan cepat, perlu pemanfaatan alat pengolahan seperti Insinerator, RDF, Autoclave.

Ia meminta BUMN sepertti PT Pindad untuk mengerahkan unit-unit insineratornya dan memproduksinya dengan kapasitas yang lebih tinggi.

"Semua harus dalam negeri, agar cepat selesai dan tidak ditunda-tunda," jelas Luhut.

Lebih lanjut, Menko Luhut meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan BUMN untuk mencari penyedia teknologi pengelola limbah yang memenuhi standar.

"Saya juga minta ada pembangunan fasilitas yang terintegrasi di lokasi prioritas pada PUPR," tambahnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Inveatasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau kawasan food estate di blok A5 Desa Bentuk Jaya Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (6/4/2021).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Inveatasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau kawasan food estate di blok A5 Desa Bentuk Jaya Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (6/4/2021). (dok. Kementan)

Baca juga: Jokowi: Lockdown Tak Menjamin Masalah Penyebaran Covid-19 di Indonesia Selesai

Halaman
12
Penulis: Shella Latifa A
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas