Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

PPKM Lanjut atau Tidak? Pakar Minta Pemerintah Membandingkan dengan Data Saat PPKM Darurat Dimulai

Pemerintah perlu mengacu data epidemiologi yang dilaporkan setiap hari, untuk bisa memutuskan melanjutkan atau menghentikan PPKM.

PPKM Lanjut atau Tidak? Pakar Minta Pemerintah Membandingkan dengan Data Saat PPKM Darurat Dimulai
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pengendara melintas di Jalan Jendral Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (1/8/2021). Pada masa pemberlakukan PPKM Level 4, penerapan sistem ganjil genap masih belum diberlakukan. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Hari ini pemerintah bakal memutuskan status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Guru besar FKUI Prof Tjandra Yoga Aditama menilai pemerintah perlu mengacu data epidemiologi/penularan di masyarakat yang dilaporkan setiap hari, untuk bisa memutuskan melanjutkan atau menghentikan aturan ini.

Jumlah kasus baru, jumlah tes yang dilakukan, angka kepositifan dan jumlah yang meninggal.

"Untuk menilai apakah memang angka-angka itu sudah membaik atau belum maka kita dapat menganalisanya dengan membandingkannya dengan data tanggal 3 Juli 2021 ketika PPKM darurat dimulai," ujarnya dalam pesan tertulis yang diterima Tribunnews, Senin (2/8/2021).

Dalam hal ini harus disadari, data pada 3 Juli bukanlah angka yang akan dicapai sesudah PPKM dilakukan hingga kini.

Namun, pada 3 Juli itu justru angka yang tinggi sehingga pada waktu itu diputuskan keadaan PPKM darurat.

"Jadi kalau angka hari-hari ini masih sama dengan angka 3 Juli, apalagi kalau lebih tinggi maka artinya keadaan belumlah teratasi baik," ungkap mantan Direktur WHO Asia Tenggara ini.

Baca juga: Pimpinan MPR: Pemerintah Harus Kaji Betul Opsi Perpanjangan atau Penghentian PPKM Level 4

Ia menerangkan, pada 3 Juli 2021 ada 27.913 kasus baru dan 1 Agustus kemarin angkanya naik menjadi 30.738.

"Harus diingat bahwa pernah ada target agar sesudah PPKM angka dapat turun dibawah 10 ribu per hari, jadi masih jauh nampaknya," jelas Prof Tjandra.

Kemudian, pada 3 Juli 2021 angka kepositifan totalnya adalah 25,2% dan kalau berdasar PCR/TCM adalah 36,7%.

Halaman
12
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas